Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi
Kamis, 08/05/2008 19:52 WIB
Gapasdap tolak kenaikan harga BBM
oleh : Fita Indah Maulani
JAKARTA (Bisnis): Gabungan pengusaha angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (Gapasdap) menolak kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan pemerintah pada Juni.
Kenaikan harga BBM dinilai akan semakin membebani biaya operasional karena sekitar 60% beban operasional pengusaha disumbang oleh biaya bahan bakar.
Ketua Bidang Pentarifan dan Usaha Gapasdap Bambang Harjo mengatakan biaya operasional terancam tidak dapat tertutup dengan adanya kenaikan harga BBM bulan depan.
"Kami sudah kesulitan dengan kenaikan harga komponen selain bahan bakar akibat kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi. Sejak awal tahun harga seluruh komponen di luar bahan bakar telah naik 20%," ujarnya hari ini.
Harga komponen yang dimaksud adalah kenaikan biaya produksi, seperti harga bahan BBM non subsidi, docking, perawatan kapal, sandar, sumber daya manusia, dan suku cadang. Tarif feri yang digunakan sebagai angkutan penyeberangan ditetapkan pemerintah, kenaikan harga komponen saja sudah cukup menyulitkan.
Penambahan pengurangan subsidi BBM pasti berdampak besar. Pengusaha yang tergabung dalam Gapasdap memohon pemerintah tidak menaikkan harga BBM, khusunya untuk angkutan laut dan penyeberangan.
Pihaknya malah mengharapkan ada subsidi untuk menutupi kenaikan harga komponen. Bambang juga menambahkan pihaknya sulit menaikkan tarif angkutan penyeberangan akibat sulitnya birokrasi pemerintah.
"Karena ini dari pemerintah, maka untuk mengajukan kenaikan ada birokrasi yang cukup panjang waktunya. Kami juga melihat permintaan akan mengalami penurunan ketika tarif dinaikkan," tuturnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- British Airways raih laba US$1,32 miliar
- BUMN baru akan kelola ATC tahun ini
- 2 Menteri bertemu bahas KA batu bara
- Izin King & Queen Airlines ditunda
- SDM Indonesia dilatih baca kotak hitam