Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi
Jumat, 09/05/2008 14:29 WIB
Lorena Air serahkan perawatan ke MAS
oleh : Hendra Wibawa
JAKARTA (Bisnis): Maskapai full service baru, Lorena Air, menyerahkan perawatan seluruh armada pesawat tipe Boeing 737-300 ke Malaysia Airlines (MAS) Engineering & Maintenance.
General Manager MAS Engineering & Maintenance Rashidi Saidin mengatakan kerja sama itu merupakan wujud dukungan perusahaannya kepada Lorena. "Kami akan men-support sistem kualitas perawatan Lorena," katanya dalam konferensi pers Launching Lorena Air di Jakarta Pusat hari ini.
Hadir dalam launching itu a.l. CEO PT Eka Sari Lorena Airlines (Lorena) Eka Sari Lorena Surbakti, Executive Director Global Aviation of Willis Ltd Roger Digby dan Preskom Lorena Gusti T. Soerbakti.
Rashidi menjelaskan perusahaan perawatan pesawat milik MAS itu berharap bisa berperan dan berkolaborasi dengan baik dalam pemeliharaan armada Lorena. Saat ini, anak perusahaan MAS itu telah bekerja sama dengan dengan perusahaan perawatan pesawat Eropa seperti Lufhtansa.
Sementara itu, CEO Lorena Air Eka Sari Lorena Surbakti mengatakan kerja sama itu wujud keinginan maskapainya terbang dengan mementingkan faktor keselamatan. "Kami juga berencana memperluas kerja sama dengan MAS dengan melakukan code sharing," kata Eka.
Lorena memastikan akan mengudara mulai 6 Juni dengan rute perdana Jakarta-Surabaya pergi pulang (pp). Penerbangan Jakarta-Surabaya itu akan dilayani empat kali per hari.
Menurut dia, pihaknya akan menggunakan konfigurasi 12 kursi kelas bisnis dan 106 kursi kelas ekonomi, dengan jarak kursi nyaman. Lorena merupakan maskapai berpelayanan penuh (full service) baru dengan menawarkan tarif lebih rendah dari Garuda Indonesia.
Tarif promo kelas ekonomi Jakarta-Surabaya ditawarkan mulai Rp560.000 (net) dengan harga dasar Rp308.000, sedangkan tarif premium Rp1,4 juta (kelas bisnis) dengan harga dasar Rp1,14 juta. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- British Airways raih laba US$1,32 miliar
- BUMN baru akan kelola ATC tahun ini
- 2 Menteri bertemu bahas KA batu bara
- Izin King & Queen Airlines ditunda
- SDM Indonesia dilatih baca kotak hitam