Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi


Kamis, 17/07/2008 13:14 WIB

Sejumlah nama balon Ketum INSA bermunculan

oleh : Hendra Wibawa

JAKARTA (bisnis.com): Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai ketua umum DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) mulai menampakkan diri.

Oentoro Surya, Dirut PT Arpeni Ocean Line Tbk yang juga Ketua Umum DPP INSA, mengatakan kepengurusan asosiasi itu harus terus mengawal asas cabotage (komoditas domestik wajib diangkut kapal berbendera Indonesia).

"Jangan lupa asas cabotage harus lebih konsisten," katanya di sela Rapat Umum Anggota INSA XIV di Grand Indonesia, hari ini.

Dia menjelaskan sejumlah perbankan nasional juga siap mendukung implementasi asas cabotage yang dikukuhkan melalui Instruksi Presiden (Inspres) No.5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional.

Oentoro juga mengharapkan pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah turunan Undang-Undang No. 17/2008 tentang Pelayaran yang mendukung perkembangan industri pelayaran nasional.

Sementara itu, Dirut PT Samudera Indonesia Tbk Randy Effendi mendorong keluarnya regulasi yang memberi porsi perusahaan pelayaran nasional mengangkut barang ekspor Indonesia.

Regulasi itu dapat berbentuk kewajiban pengangkutan ekspor-impor nasional menggunakan kapal berbendera Indonesia.

"Angkutan batu bara ekspor masih dikuasai 100% oleh asing. Kenapa tidak didesak wajib diangkut perusahaan pelayaran nasional," ujar Randy.

RUA INSA dihadiri oleh sekitar 900 perwakilan perusahaan pelayaran anggota INSA mengagendakan beberapa hal, a.l. pengesahan serta penyempurnaan anggaran dasar/anggaran rumah tangga dan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2005-2008.

RUA INSA XIV dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 Juli.
Rapat INSA itu juga dibayangi ketidaksolidan dengan lahirnya wadah baru Asosiasi Pelayaran Indonesia atau Indonesian Shipping Association (ISA).(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Viva Macau Airlines buka call center
  • Lintas KA Bandung-Sukabumi itinjau
  • Penumpang bus angkutan Lebaran turun 1,68%
  • Penumpang angkutan laut turun 8,33%
  • Pengguna sepeda motor ke Sumatra naik
  • Jabodetabek berpeluang hujan ringan
  • Dua korban tabrak lari langsung tewas
  • Kemacetan di Nagreg capai 7 km
  • 25 Pesawat terlambat mendarat pada H+1

Komentar

Beri Komentar