Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi
Jumat, 18/07/2008 08:01 WIB
Penyeberangan Bakauheni - Merak masih antre
oleh : Antara
LAMPUNG SELATAN: Truk angkutan barang masih memadati Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan)-Merak (Banten).
Kondisi ini sempat menimbulkan antrean truk yang hendak masuk ke kapal feri serta berimbas memperlambat pula perjalanan bus dan angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang hendak berlayar di Selat Sunda itu.
Kepadatan truk yang hendak menyeberang di Pelabuhaan Bakauheni, sepanjang Kamis-Jumat, menunjukkan masih adanya antrean truk yang di antaranya harus diparkir dan menunggu lebih dulu di pelataran parkir kedua pelabuhan itu.
Kepadatan truk itu terlihat lebih banyak di sekitar area parkir dan jalan-jalan di Pelabuhan Merak, Banten, sebaliknya walaupun juga padat, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, truk yang hendak menyeberang dan harus menunggu giliran masuk kapal umumnya masih tertampung area parkir.
Kepadatan itu mempengaruhi kelancaran arus kendaraan umum dan pribadi yang melalui pelayaran Bakauheni-Merak.
Bus Damri dan bus besar angkutan antarprovinsi ke dan luar Lampung harus ikut menunggu. Begitupula layanan angkutan antarjemput (travel) dan mobil pribadi di Bakauheni maupun Merak harus menunggu antara setengah hingga satu jam sebelum masuk kapal.
Waktu menunggu masuk kapal untuk truk menjadi lebih lama, karena yang didahulukan, menurut petugas pelabuhan itu, adalah truk yang lebih dulu datang serta truk yang membawa barang sembako maupun bahan yang mudah membusuk.
Kepadatan truk di pelataran parkir dan area sekitarnya di Merak maupun Bakauheni masih nampak hingga Jumat lepas tengah malam hingga dinihari dan pagi harinya.
Petugas pelabuhan dan aparat terkait terlihat terus mengatur arus truk yang harus lebih dulu menunggu, maupun bus dan angkutan umum maupun pribadi yang akan didahulukan masuk ke kapal sesuai dengan daya angkut kendaraan di dalam kapal feri masing-masing.
Para pengemudi truk dan angkutan umum di pelabuhan tersebut berharap kepadatan itu segera teratasi dan perjalana mereka tidak terganggu serta kembali normal seperti sebelumnya.
Mereka mengeluhkan perjalanan normal Bakauheni-Merak yang biasanya antara 2-2,5 jam, kini menjadi lebih lambat satu hingga dua jam dari biasanya akibat kepadatan dan penumpukan truk itu.
Diharapkan pula, petugas tidak berbuat menyimpang dengan mengutip dana yang tidak jelas aturannya di tengah kepadatan truk, sehingga akan mendorong praktik percaloan dan kutipan uang tidak sah oleh oknum tertentu dengan dalih membantu mempercepat kendaraan itu masuk kapal.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Korban Sriwijaya Air diamputasi
- Sriwijaya akan ganti Boeing 737-200
- Bali Widya patok kelulusan 60 pilot/tahun
- KNKT selidiki sebab tergelincirnya Sriwijaya Air
- 35 Lampu merah di Jakarta mati pagi ini