JAKARTA (bisnis.com): Sebelum Mei 2008, PT Indonesia Ferry harus mengeluarkan dana Rp40 juta untuk satu unit kamera CCTV, padahal di pasaran harga CCTV terbaik bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp11 juta atau U$1.200 per unit.
Kamera CCTV mahal tersebut sendiri tidak dapat dimanfaatkan maksimal karena monitornya hanya bisa dilihat secara terbatas. Sebagai contoh pemasangan di Pelabuhan Merak hanya bisa dipantau dari pelabuhan tersebut.
Direktur Utama PT Indonesia Ferry Bambang Soerjanto mengatakan pihaknya ingin seluruh kamera CCTV bisa dimonitor langsung dari kantor pusat dan Departemen Perhubungan.
"Seluruh kapal juga akan dilengkapi GPS agar posisinya bisa terpantau secara langsung," ujarnya kepada wartawan hari ini.
Sebelum Mei 2008, perusahaan ini harus mengeluarkan dana sebesar Rp110 juta per bulan untuk membayar sistem IT yang jelek. Perusahaan penyedia tidak memiliki izin operasi sebagai penyedia jaringan komunikasi data.
Dia menambahkan pegawai tidak menggunakan e-mail perusahaan karena tidak handal, tidak mempunyai infrastruktur sendiri, dan teknologi yang digunakan sudah kuno (tahun 70-an). (fim)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »