Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi
Kamis, 14/08/2008 14:08 WIB
Indonesia Ferry keluhkan kamera CCTV
oleh : Fita Indah Maulani
JAKARTA (bisnis.com): Sebelum Mei 2008, PT Indonesia Ferry harus mengeluarkan dana Rp40 juta untuk satu unit kamera CCTV, padahal di pasaran harga CCTV terbaik bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp11 juta atau U$1.200 per unit.
Kamera CCTV mahal tersebut sendiri tidak dapat dimanfaatkan maksimal karena monitornya hanya bisa dilihat secara terbatas. Sebagai contoh pemasangan di Pelabuhan Merak hanya bisa dipantau dari pelabuhan tersebut.
Direktur Utama PT Indonesia Ferry Bambang Soerjanto mengatakan pihaknya ingin seluruh kamera CCTV bisa dimonitor langsung dari kantor pusat dan Departemen Perhubungan.
"Seluruh kapal juga akan dilengkapi GPS agar posisinya bisa terpantau secara langsung," ujarnya kepada wartawan hari ini.
Sebelum Mei 2008, perusahaan ini harus mengeluarkan dana sebesar Rp110 juta per bulan untuk membayar sistem IT yang jelek. Perusahaan penyedia tidak memiliki izin operasi sebagai penyedia jaringan komunikasi data.
Dia menambahkan pegawai tidak menggunakan e-mail perusahaan karena tidak handal, tidak mempunyai infrastruktur sendiri, dan teknologi yang digunakan sudah kuno (tahun 70-an). (fim)
bisnis.com
Berita Lain
- Hujan sirami bumi Jakarta siang hari
- Tol Semarang-Solo dibangun akhir Desember
- 90% Anggaran PU ditargetkan terserap bulan ini
- Merpati tawari Pemda Jember KSO
- DPR minta Terminal IV Selapanjang ditutup
Komentar
#1 - Teknologi thn 70????
Ketahuan asal bicara nih Bapak Direktur. Personal Computer baru ada thn 1980 an. Meskipun apa yang disebut e-mail sudah ada sejak thn 1961, tetapi itu baru dilingkup network tertutup. Internet network komersial baru ada tahun 1988. Bagaimana mungkin Pak Direktur punya teknologi email tahun 70 an??
Ezra - Indonesia @ 14/08/2008 - 15:29 WIB dari 125.161.245.176 (176.subnet125-161-245.speedy.telkom.net.id)