Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi


Jumat, 15/08/2008 19:53 WIB

Konsorsium busway tolak turunkan tarif

oleh : Nurudin Abdullah


JAKARTA (bisnis.Com): Konsorsium operator busway TransJakarta Koridor IV-VII menolak penurunan tarif per km untuk disesuaikan dengan tarif hasil lelang karena dapat memberatkan biaya operasional mereka.

Direktur Operasi dan Teknik Konsorsium PT Jakarta Trans Metropolitan IGN Oka menyatakan menolak pembayaran jasa operator busway pada Juni-Juli 2008 oleh Pemprov DKI yang merujuk pada tarif per km hasil lelang.

Tarif jasa operator yang selama ini dibayarkan oleh Badal Layanan Umum Transjakarta Dinas Perhubungan DKI kepada konsorsium busway sebesar Rp 12.885 per km. Tetapi, sesuai dengan surat Instruksi Gubernur DKI No.82 Tahun 2008 tanggal 15 Juli 2008 tentang pembayaran jasa operator busway Koridor IV sebesar Rp9.536 per km, Koridor V Rp16.661 per kg (bus gandeng), Koridor VI Rp9.371 per kg dan Koridor VII sebesar Rp9.443 per km.

Sedangkan tarif bus gandeng yang diusulkan konsorsium sebesar Rp28.230 per km itu sampai sekarang ini belum ada kesepakatan, walaupun sebanyak dari 17 unit bus gandeng sudah 10 unit yang dengan tarif hasil lelang Rp16.661 per km.

"Jelas ini sangat merugikan. Apalagi setelah harga bahan bakar minyak naik, biaya perawatan dan harga suku cadang naik antara 21%–30%. Kami bakal tidak bisa operasi," katanya di Jakarta hari ini.

Busway TransJakarta Koridor I melayani (Blok M-Kota), Koridor II (Pulo Gadung-Harmoni), Koridor III (Kalideres-Harmoni), Koridor IV (Pulo Gadung-Dukuh Atas), Koridor V (Kampung Melayu-Ancol), Koridor VI (Ragunan-Kuningan Duku Atas), Koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu), Koridor VIII (Lebak Bulus-Harmoni), Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), dan Koridor X melayani Cililitan-Tanjung Priok. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • RI masih kekurangan 500 pilot
  • BMG: Waspadai potensi hujan lebat
  • Angkutan darat terancam kolaps
  • DHL-Polar Air jalin kerja sama

Komentar

Beri Komentar