Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi


Rabu, 03/09/2008 17:21 WIB

Jalur selatan Jateng lebih lancar untuk mudik

oleh : Rachmat Sujianto dan Imung Yuniardi

SEMARANG (Bisnis.com): Jalur selatan Jawa Tengah diperkirakan lebih lancar dibandingkan dengan jalur pantura pada hari-hari menjelang Lebaran mendatang sementara pemesan tiket untuk angkutan penerbangan belum mengalami kenaikan.

Pada jalur selatan yang diawali dari pos Aju Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap sampai memasuki Yogyakarta menuju Solo, merupakan jalur mudik yang diperkirakan tergolong lebih lancar dibandingkan dengan jalur pantura. Jalur Jateng selatan mencakup Cilacap, Wangon, Buntu (Banyumas), Kebumen, Purworejo, Yogyakarta hingga wilayah Klaten dan Solo, sedangkan jalur Jateng tengah mencakup Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Selo, Salatiga, Boyolali, Solo hingga Sragen.

Kepala Dishubkominfo Jateng Kris Nugroho mengatakan arus mudik pada tahun sebelumnya, sebagian besar pemudik memanfaatkan jalur tersebut, terutama mereka yang menggunakan kendaraan pribadi, karena selain banyak jalan alternatifnya juga frekuensi kendaraannya tidak sepadat jalur pantura.

Sementara di jalur pantura, lanjutnya, para pemudik bisa beralih ke jalur selatan melalui beberapa jalur alternatif, seperti Brebes, Tegal ke Purwokerto atau Pemalang-Purbalingga-Banyumas dan Weleri-Sukorejo-Parakan-Temanggung hingga Magelang. "Informasi tentang jalur alternatif pada jalur Jateng selatan maupun tengah, kami segera sampaikan kepada masyarakat, agar pemudik tidak terkonsentrasi di jalur pantura,” ujarnya, hari ini.

Menurut Kris, jika pantura terlalu padat kendaraan, akan terjadi kemacetan yang luar biasa, mengingat beberapa ruas jalur pantura belum sepenuhnya memiliki empat lajur sehingga rawan kemacetan pada H-7. Di jalur pantura di wilayah Pemalang, juga belum sepenuhnya jalan memiliki empat lajur, tapi baru dua, tiga lajur. "Oleh karenanya, para pengguna jalan harus diberi penjelasan dan informasi tentang jalur alternatif, dan jalur selatan merupakan alternatif terbaik untuk menghindari kemacetan,” tuturnya.

Sementara harga tiket pesawat mulai berdampak para sepinya penumpang dan diprediksikan arus penumpang moda tersebut akan terlihat melonjak pada masa puncak mudik mendatang. "Saya prediksi arus penumpang mulai naik sejak H-12. Tapi kenaikannya tidak akan banyak berbeda dengan tahun lalu, antara 15%-20%,” ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang I Wayan Sutawijaya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Waspadai hujan dan petir menjelang sore
  • Cetak biru transportasi udara disiapkan
  • RI masih kekurangan 500 pilot
  • BMG: Waspadai potensi hujan lebat

Komentar

Beri Komentar