Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi


Kamis, 04/09/2008 19:04 WIB

43 Pemandu kapal siap operasi di Selat Malaka

oleh : Hendra Wibawa


JAKARTA (bisnis.com): Indonesia menyiapkan 43 tenaga pemanduan kapal di Selat Malaka menyusul penetapan selat tersebut sebagai perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa.

Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan tenaga pandu itu akan dioperasikan dalam waktu dekat setelah keluarnya Undang-Undang No.17/2008 tentang Pelayaran.

"Tahap awal 43 tenaga pemandu kapal sudah siap beroperasi dalam waktu dekat ini," katanya seusai Wisuda Pelatihan Pandu Selat Malaka-Selat Singapura Angkatan I/2008.

Selama ini, menurut dia, tidak kurang 90.000 unit kapal berbagai ukuran per tahun atau 7.500 kapal per bulannya melintas Selat Malaka tanpa pemanduan. Sesuai UU, setiap kapal yang berlayar di perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa itu wajib menggunakan jasa pemanduan. "Di wilayah itu sangat strategis."

Jusman menyatakan kemampuan Indonesia untuk memandu kapal di Selat Malaka harus dilengkapi sarana dan prasarana memadai dengan perkirakaan diperlukan 200 orang tenaga pemandu.

Indonesia sesuai kesepakatan Jakarta Meeting on The Straits of Malacca and Singapore pada 2005 memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan dan keamanan serta perlindungan lingkungan laut di Selat Malaka dan Singapura. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Waspadai hujan dan petir menjelang sore
  • Cetak biru transportasi udara disiapkan
  • RI masih kekurangan 500 pilot
  • BMG: Waspadai potensi hujan lebat

Komentar

Beri Komentar