Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Transportasi


Rabu, 03/12/2008 18:20 WIB

Tol Semarang-Solo dibangun akhir Desember

oleh : Endot Brilliantono

SEMARANG (Bisnis.com): Pemprov Jateng memastikan pembangunan fisik proyek tol Semarang-Solo dimulai akhir Desember 2008 menyusul keberhasilan pembebasan lahan yang telah mencapai 70% di jalur Semarang-Ungaran.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan pelaksanaan pengadaan tanah proyek itu kini telah mencapai lebih dari 70%. Diharapkan bulan ini proses pengadaan lahan sudah selesai sehingga akhir Desember 2008 sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

Dia juga menyebutkan saat ini kondisi jalan yang menghubungkan kedua daerah itu sudah tidak layak lagi dijadikan jalur transportasi. Karena itu, realisasi pembangunan tol Semarang-Solo sudah sangat mendesak dilaksanakan.

Menurut dia, saat ini perjalanan Semarang-Solo harus ditempuh dengan waktu 2,5 jam hingga 3 jam, karena terjadi kemacetan lalu lintas di sejumlah titik. Dengan adanya jalan tol ini, mobilitas antarkedua wilayah ini diharapkan menjadi lebih lancar sehingga berdampak terhadap petumbuhan perekonomian.

Pembangunan rua tol Semarang-Solo ini sudah menjadi target prioritas pemerintah pusat untuk segera direalisasikan. "Setelah itu sudah menunggu proyek lain yang perlu segera dilaksanakan, misalnya perluasan landasan Bandara Ahmad Yani, Semarang dan pembangunan bandara di Blora."

Menyinggung tentang pembebasan lahan, Pemprov Jateng sudah memberikan batas waktu hingga Desember bagi pemilik tanah yang terkena proyek tol Semarang-Solo untuk melepasnya. Untuk mencegah berlarutnya proses pembebasan, pemprov akan memberlakukan pergantian uang ganti rugi melalui sistem konsinyasi yang dititipkan ke pengadilan.

Ketua Tim Supervisi Pembangunan Tol Semarang–Solo, M. Tamzil menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai pendekatan namun tidak pernah tercapai kesepakatan, terutama dengan warga di sekitar Klentingsari, Tirto Agung Tembalang yang tetap bertahan pada harga jual tanah mereka yang tidak wajar. "Proses pelepasan lahan tol ini sudah berlarut-larut. Kalau dibiarkan berpotensi menggagalkan proyek ini."

Berlarut-larutnya proses pembebasan, menyebabkan biaya pembebasan tanah Tol Semarang-Solo membengkak. Berdasarkan taksiran tim harga tanah per m2 di zona 1 [tanah pinggir jalan] sebesar Rp1,8 juta, zona 2 [tanah lokasinya masuk gang] Rp1,6 juta per m2 dan zona 3 [tanah yang tidak memiliki akses jalan] Rp1,3 juta.

Menurut dia, warga setempat menilai harga tersebut tidak sesuai dengan harga pasaran di daerah itu karenanya warga meminta harga tanah per m2 Rp2,75 juta untuk zona 1, Rp2,55 juta zona 2 dan Rp2,35 juta untuk zona 3. "Padahal harga yang ditentukan tim appraisal itu merupakan harga tertinggi dan menjadi harga mati."(amu)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BUMN sektor transportasi diminta turunkan tarif
  • Garuda rekrut lagi 13 pilot eksodus
  • 2 Unjuk rasa & 1 mogok kerja warnai hari ini
  • Penumpang pesawat domestik 2008 turun 7,95%

Komentar

Beri Komentar