Bisnis Indonesia Online » Senggang » Gaya Hidup


Senin, 10/03/2008 14:19 WIB

Ketika busana muslim mencari kiblat

oleh : Reni Efita Hendry

Apakah busana muslim mempunyai kiblat mode seperti yang diselenggarakan oleh perancang busana yang bertaraf intrenasional di Paris, Milan, London atau New York. Ternyata belum. Tentu perancang busana muslim Indonesia juga mengambil inspirasi dari tren warna global, sedangkan tren siluet dan detailnya tergantung dari inspirasi masing-masing perancang.

Upaya menarik minat orang asing yang berbusana muslimah dan sekali gus mempromosikan Indonesia sebagai pusat mode busana muslimah, perancang busana muslimah Feny Mustafa, Preskom PT Shafira Laras Persada, mewujudkan idenya itu dengan menghadirkan busana-busana yang mengambil inspirasi dari busana muslimah dari beberapa negara, sehingga busananya dapat dipakai oleh berbagai warna kulit di dunia seperti warna kulit kuning sawo, agak kehitaman dan putih.

"Saya mengharapkan agar Indonesia dapat menjadi pusat mode busana muslimah, karena jumlah perancang busana muslimah juga banyak dan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam," kata Feny.

Hal itu diwujudkannya melalui penerbitan buku Araund the world with Shafira. Feny menghadirkan busana gaya islami dengan mengambil inspirasi dari berbagai gaya busana muslimah di dunia yang diadopsinya menjadi busana yang cocok dipakai oleh semua warna kulit.

Waktu peragaan busana, kebanyakan dia memperagakan busana untuk acara keluarga atau pesta. Rancangan busana itu diwujudkannya tidak terlalu ketat, sehingga tidak memperlihatkan bentuk tubuh si pemakainya. Sebagian busana yang diperagakan waktu itu merupakan sebagian dari perwujudan dari buku yang bejrudul Araund the world with Shafira itu.

Berbagai pilihan kombinasi padupadan dan kombinasi warna busana yang ditampilkannya. Kebanyakan dia menghadirkan kombinasi warna-warna yang harmonis yang dipermanis dengan sedikit sentuhan bordir dan payet, sehingga tampak berkesan mewah dan indah. Busana itu ada yang dirancang bentuk A line, gamis, atau perpaduan tunik dengan celana panjang atau rok.

Kehadiran gaun panjang itu memberi kesan feminin dan elegan. Sedangkan padupadan tunik dan celana panjang memberi kesan simpel. Busana itu merefleksikan keinginan yang didasarkan pada tiga konsep yaitu busana yang mampu mencerminkan pribadi, mampu menunjukan identitas dan sesuai dengan syariah Islam.

Busana itu dilengkapi dengan kerudung yang dililitkan pada bagian belakang kepala. Bahkan untuk memberikan sentuhan keindahan, kerudung itu dipadukan dengan dua warna, sehingga tampil berbeda. Bahkan bagian ujung kerudung itu dibentuk korsase di sebelah kiri atau kanan kepala. Feny juga mengangkat motif kain batik Indonesia dengan potongan gaya busana modern.

Busana itu merupakan penggabungan insiprasi dari berbagai negara seperti China, Maroko, Inggris, Perancis, India, Mesir dan lain-lain. Dia juga menghadirkan busana dengan empat warna yang berbeda  sepertinya yang terjadi di negara empat musim. Sedangkan siluetnya tetap longgar. (dj)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Masker rambut tanpa dibilas
  • Ketika busana muslim mencari kiblat
  • Coffee Bean luncurkan minuman rasa buah
  • Pria perkotaan kini jadi target produk perawatan wajah

Komentar

Beri Komentar