
SYDNEY (Bloomberg): Sistem peringatan tsunami di tes untuk mengingatkan bencana tsunami di Samudera Hindia pada 2004 yang menyebabkan 220.000 orang meninggal, akan mulai di tes hari ini di 18 negara dimulai jalur dari Amerika Serikat.
Percobaan akan menstimulasi kondisi yang terjadi hampir lima tahun lalu yakni gempa bumi berkekuatan 9,1 SR yang menyebabkan tsunami di Aceh, bagian Utara pulau Sumatra, Indonesia. Gempa ini juga menjalar hingga ke Sri Lanka, India dan Thailand, kata UN Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Berita resmi mengenai tiruan gempa akan disiarkan oleh Japan Meteorological Agency di Tokyo dan Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii sebagai stimulasi tsunami yang terjadi di sekitar Samudera Hindia. Dalam simulasi ini memakan waktu 12 jam untuk melakukan perjalanan dari Indonesia hingga ke Afrika Selatan.
Percobaan dilakukan setelah tsunami membunuh lebih dari 100 orang di Samoa pada bulan lalu. "Peringatan tsunami kepada seluruh penduduk dunia dibutuhkan dan dipersiapkan untuk semua kondisi," kata UNESCO.
Di Sri Lanka, sekitar 30.000 orang terbunuh pada 2004 akibat tsunami, pemerintah mengevakuasi 800 orang dari dua desa.
"Tujuan kami untuk memberi area aman dalam waktu 45 menit," kata Major General Gamini Hettiarachchi, director general of the nation’s Disaster Management Center.
"Percobaan ini akan memberitahu kita jika harus mengembangkan sistem yang dapat memberi jarak antara peringatan dengan kondisi yang sebenarnya," kata dia.
Pemerintah Indoensia menyatakan banyak penduduk di sekitar pantai kurang memberi apresiasi mengenai bahaya tsunami ini meski sudah lebih dari 100.000 orang meninggal di Aceh pada 2004.
"Bukan hanya masih berat untuk mereka menerima petunjuk, tetapi mereka sulit untuk mengerti tujuan dari peringatan tersebut," kata Idwan Suhardi, Deputi Menteri Riset dan Teknologi.
Indoensia memulai proyek ini selama lima tahun pada 2005 untuk menuntaskan install sistem peringatan di lebih dari 17.000 kepualauan. Hanya 60% sudah lengkap, kata Suhardi. Jarak dari gempa menjadi tsunami itulah yang diberi peringatan, yakni sudah dikurangi dari 30 menit menjadi lima menit.
Lebih dari 800 orang terbunuh dan lebih dari 240 hilang setelah gempa 7,6 SR di Padang, Sumatra Barat pada 30 September.
Sejak gempa dan tsunami pada Desember 2004, sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia dan India sudah menginstal pendeteksi dini gempa dan tsunami. Sejumlah pesisir pantai sudah dipasangi sirene sebagai pertanda gelombang tsunami.
Bangladesh masih membangun gedung tempat sistem peringatan dan install empat stasiun monitor gempa, kata Arjumand Habib, director of the Bangladesh Meteorological Department.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »