
JAKARTA (Bisnis.com): Tiga perempuan muda peneliti Indonesia meraih penghargaan L’Oreal Indonesia Fellowships for Women in Science 2009, yang didukung oleh Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco.
Peraih penghargaan untuk kategori Life Sciences adalah Kartika Senjarini dari Universitas Jember dan Sidrotun Naim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan penghargaan untuk kategori Material Sciences diraih oleh Hendri Widiyandari dari Universitas Diponegoro, Semarang.
Kartika menampilkan riset dengan judul Karakterisasi molekuler faktor imunomodulator kelenjar saliva vektor malaria Anopheles aconitus, sebagai target potensial dalam pembuatan transmission blocking vaccine (TBV) melawan malaria.
Sementara riset Sidrotun Naim berjudul potensi polikultur udang windu (Penaeus monodon) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus) dalam meminimalisasi risiko virus bintik putih dan vibriosis.
Hendri Widiyandari menampilkan riset berjudul pemanfaatan teknologi film nanofiber pada pembuatan gelas transparan konduktif untuk aplikasi sel surya (solar cells).
Ketiga pemenang tersebut telah berhasil meyakinkan para juri lewat risetnya masing-masing.
Penghargaan diserahkan kemarin malam di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Mereka masing-masing mendapatkan dana senilai Rp60 juta untuk mendukung awal karier mereka di bidang sains.
Tim juri yang terpilih untuk menilai kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu Life Sciences dan Material Sciences. Mereka a.l. Prof. Endang Sukara, Deputi Bidang Ilmu Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai ketua, Herawati Sudoyo, Direktur Eksekutif Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan Prof. Indrawati Gandjar dari Universitas Indonesia.
Program fellowship tingkat nasional ini, menurut Prof. Arief Rachman, Ketua Komisi Nasional untuk Unesco, Depdiknas, merupakan kemitraan unik antara pihak swasta dan instansi pemerintah.
"Tujuannya untuk mengakui, menyemangati dan mendukung perempuan peneliti muda di awal karier mereka," ujarnya di sela-sela acara pemberian award tersebut.
Perempuan peneliti yang telah diakui prestasinya melalui program For Women in Science ini, berasal dari perguruan tinggi dan instansi penelitian di seluruh Indonesia yang beragam.
Dengan kepercayaan bahwa sains memicu kemajuan, maka selama 11 tahun terakhir ini, kata Jean-Christophe Letellier, Presdir L’Oreal Indonesia, pihaknya telah mendukung sejumlah prestasi penting dalam penelitian ilmiah di seluruh dunia.
Hingga saat ini, katanya, sudah ada 14 orang perempuan muda dari seluruh Indonesia yang menerima fellowship dari program L'Oreal-Unesco For Women in Science ini, tiga di antaranya diakui di tingkat internasional.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »