Bisnis Indonesia Online » Senggang » Iptek
Jumat, 28/09/2007 13:08 WIB
RI tolak jadi penghasil CO2 terbesar ketiga
oleh : Bambang P. Jatmiko
JAKARTA (Bisnis): Indonesia menampik tudingan LSM Wetland International dan Delft Hydraulics yang dalam penelitiannya menyatakan Indonesia merupakan negara penghasil karbon dioksida (CO2) ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan China.
Kepala BPPT Said D. Jenie mengatakan penelitian yang dilakukan oleh kedua LSM tersebut tidak akurat dan mengesampingkan banyak faktor.
"Seperti halnya peran kondisi iklim global. Faktor itu mempengaruhi fluktuasi emisi karbon tahunan. Padahal, faktor iklim sangat dominan dalam menentukan kejadian yang terjadi di Indonesia, seperti masalah kebakaran hutan," kata dia.
Menurut dia, Indonesia sebenarnya justru menjadi penyerap CO2 yang dikeluarkan oleh negara-negara maju. Hal itu disebabkan karena jumlah hutan di Indonesia relatif lebih besar jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
"Faktor lainnya adalah lautan Indonesia juga dihuni jutaan plankton dan ganggan yang bisa efektif menyerap CO2," kata Said.
Karena itu pihaknya mendesak agar ada standardisasi penghitungan emisi CO2 yang dihasilkan oleh setiap negara. Sejauh ini, penghitungan emisi karbon di setiap negara dilakukan oleh LSM.
bisnis.com
Berita Lain
- 18 Organisasi raih Most Admired Knowledge Enterprise
- Serangga misterius di Museum London
- Phoenix mulai gali Planet Mars
- Astronot pertama Korsel cedera punggung
- NASA akan kurangi 8.000 pekerja