Bisnis Indonesia Online » Senggang » Iptek
Kamis, 31/01/2008 10:52 WIB
'Nuklir belum aman di Indonesia'
oleh : Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis): Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengatakan program nuklir belum aman untuk diimplementasikan di Indonesia. Pada awalnya, lanjut dia, dirinya mendukung ide pendirian pusat reaktor nuklir sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Tapi kemudian dia mengaku berubah pikiran setelah mendengar penjelasan dari Badan Meteorologi dan Geofoisika yang menyatakan Jawa merupakan daerah yang rawan gempa. Gus Dur mencontohkan bahwa di negara seperti Jepang yang menempatkan prinsip kehati-hatian sangat tinggi telah menutup 70 proyek nuklirnya. "Lihat proyek Chernobyl, sebanyak 800.000 orang harus merasakan dampak dari pendirian pusat reaktor nuklir tersebut," ujar dia seusai membuka acara seminar internasional program nuklir Iran. Dia mengatakan jika Indonesia akan memulai pendirian pusat reaktor nuklir sebaiknya memilih lokasi di pulau-pulau kecil, misalnya Karimun Jawa yang letaknya sekitar 20 km dari Jepara. Ketika ditanya bagaimana nasib para penduduk yang tinggal di sana, dia menjawab mereka dapat dipindahkan. Mengenai lokasi yang tepat untuk didirikan pusat reaktor nuklir itu, apakah di Jawa atau di luar Jawa, Gus Dur mengatakan, "Kita lihat saja nanti." (er)
bisnis.com
Berita Lain
- 18 Organisasi raih Most Admired Knowledge Enterprise
- Serangga misterius di Museum London
- Phoenix mulai gali Planet Mars
- Astronot pertama Korsel cedera punggung
- NASA akan kurangi 8.000 pekerja
Komentar
#1 - Beribu ribu pulau
Bukankah Indonesia adalah suatu negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau namun hanya sekitar beberapa pulau saja yang berpenghuni, sedangkan masih banyak pulau - pulau kecil yang tidak berpenghuni. Mungkin bila pulau - pulau tersebut bisa diberdayakan untuk menjadi pusat pembangkit listrik bertenaga nuklir, maka ini merupakan suatu terobosan bagi indonesia untuk mengantisipasi kelangkaan energi di tanah air.
Kevin - Jakarta @ 03/03/2008 - 16:40 WIB dari 125.163.81.101 (101.subnet125-163-81.speedy.telkom.net.id)