Bisnis Indonesia Online » Senggang » Iptek


Selasa, 18/03/2008 18:55 WIB

Penia raih penghargaan L'Oreal-UNESCO

oleh : Reni Efita Hendry


JAKARTA (Bisnis): Doktor termuda Fakultas Teknik Kimia ITB Made Tri Ari Penia Kresnowati, 30, berhasil meraih menghargaan internasional L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2008 dengan fellowship senilai US$40.000.

Proporsal penelitian yang berjudul Teknologi bioproses: Konsepsi prototip bioreaktor untuk pengembangan sel punca (stem cell) mengantarkan ibu muda tersebut menjadi  perempuan Indonesia ketiga yang menerima penghargaan itu.

Sel punca adalah sel-sel yang tidak/belum terspesialisasi (terdeferensiasi), namun memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri dan berdiferensiasi menjadi sel lain. Sebelumnya, pada 2004 yang mendapatkan penghargaan sama yaitu Ines Atmosukarto dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong dan Fenny Dwivany, ITB, pada 2007.

"Dengan prestasi Penia, kami berharap agar program ini dapat lebih memotivasi peneliti muda perempuan Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan sains di Indonesia," kata Presdir PT L'Oreal Indonesia Jean-Christophe Letellier hari ini di gedung BPPT saat memperkenalkan Penia yang meraih penghargaan pada 5 Maret di Paris itu.

Pelaksanaan program tersebut, kata Letellie, secara global sudah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu. Kerja sama dengan UNESCO Indonesia baru lima tahun yang lalu.

Sementara itu, Principal Investigator Executive Manager Eijman Institute Herawati Sudoyo mengatakan Penia berhasil meraih penghargaan itu karena usulan penelitian Penia sangat spesifik dan saat ini perlu di Indonesia untuk dapat mengobati penyakit turunan dan perubahan lingkungannya.

Sel-sel itu memiliki nilai yang sangat potensial dala bidang kesehatan. Contohnya, untuk memproduksi sel-sel darah untuk proses tranfusi darah. Untuk memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak dan berkualitas yang memadai diperlukan suatu kondisi yang optimal.

"Saya akan memfokuskan penelitian kepada pengembangan sel punca untuk kepentingan pengobatan," kata Penia.

Dia akan akan membuat model bioreaktor yang cocok untuk mengembangkan sel punca yang diambil dari sumsum tulang belakang itu untuk menghasilkan sel darah  sehingga memberikan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan sel punca itu. Penelitian tersebut akan dilakukan di Monash University, Australia dengan berkolaborasi dengan para pakar sel punca di Australia Stem Cell Centre dan ITB. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Acer kenalkan netbook Aspire One
  • 18 Organisasi raih Most Admired Knowledge Enterprise
  • Serangga misterius di Museum London
  • Phoenix mulai gali Planet Mars
  • Astronot pertama Korsel cedera punggung
  • NASA akan kurangi 8.000 pekerja
  • Endeavour mendarat dalam cuaca buruk
  • Pesawat ulang-alik Endeavour kembali ke Bumi
  • Penia raih penghargaan L'Oreal-UNESCO

Komentar

Beri Komentar