18 Organisasi raih Most Admired Knowledge Enterprise

Selasa, 15/07/2008 20:28:01 WIBOleh: Reni Efita

JAKARTA (Bisnis.com): Sedikitnya 18 organisasi raih penghargaan  Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study  yang berbasis pengetahuan dari Dunamis Organization Services (DOS).

Tiga pemenang utama yaitu PT Astra International Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk akan  diikutsertakan untuk tingkat Asia pada Oktober mendatang. Ketiga perusahaan tersebut berhasil unggul dari 15 organisasi peraih penghargaan MAKE Study Indonesia 2008. 

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman tadi siang memberikan penghargaan kepada ketiga peraih penghargaan yang menjadi wakil Indonesia sebagai finalis untuk 2008 Asian MAKE.

“Saya mengharapkan agar organisasi yang memiliki pengetahuan tidak hanya menampung pengetahuannya saja juga dikelola dan dimanfaatkan,” kata Kusmayanto pada acara Celebrating KM in Indonesia di Hotel Mulia Senayan.

DOS melakukan penilaian manajemen berbasis pengetahuan itu sejak Februari 2008. Tahap awal terpilih 94 organisasi sebagai nominasi. Akhirnya, panelis yang terdiri dari pimpinan organisasi yang masuk dalam nominasi dan para pemerhati knowledge management (KM) menseleksi pemenang menjadi 18 organisasi.

“Ketiga organisasi tersebut terpilih menjadi perusahaan berbasis pengetahuan yang paling dikagumi di Indonesia. Pihak manajemen perusahaan itu sudah sejak lama memperhatikan manajemen yang berbasis pengetahuan,” kata Managing Partner DOS Nugroho Supangkat.

Dia mengatakan tujuan pemberian penghargaan itu agar organisasi perusahaan juga mengembangkan manajemen yang berbasis pengetahuan. Kegiatan ini sudah dilakukannya sejak 2005. Pemenang penghargaan MAKE  merupakan perusahaan yang telah diakui mengelola pengetahuan organisasi dan  berpengaruh sangat baik terhadap kinerja dan hasil perusahaan.

Pemenang 2008 Indonesia MAKE lainnya adalah Bank Central Asia, Universitas Binus,  IBM Indonesia, Indonesia Power, ITB, LOWE Indonesia, Medco Energi Internasional, PT PLN, Rekayasa Industri, TNT  Express Indonesia, United Tractors, Wijaya Karya. (reh) 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika