Bisnis Indonesia Online » Senggang » Iptek


Jumat, 08/08/2008 11:38 WIB

SBY minta 4 menteri benahi kebijakan insentif

oleh : Ratna Ariyanti & Tri D. Pamenan

JAKARTA (Bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta sejumlah menteri untuk merumuskan kebijakan terkait pembenahan pemberian insentif dan penghargaan bagi para peneliti.

"Saya menugasi Mendiknas, Menristek, MenPAN, dan Menkeu untuk merumuskan kebijakan aturan yang adil dan baik untuk peneliti. Jangan sampai ada istilah begitu menggeluti Litbang, hidupnya sulit berkembang, karena insentif dan jenjang karir serta penghargaan lain yang jauh dari memadai," ujar Presiden Yudhoyono dalam sambutannya di Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-13.

Presiden mencontohkan penghargaan yang selayaknya diberikan kepada para peneliti yang mengembangkan varietas padi. "Sekian belas tahun [melakukan penelitian] itu sendiri sudah dedikasi. Tahun ke-20, tahun ke-15 menghasilkan varietas unggul dari semula 1 hektare hanya tujuh ton bisa 15 ton. Itu harus menjadi catatan tersendiri untuk insentif dan penghargaan," lanjut Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyambut positif enam prioritas pengembangan teknologi yang telah dicanangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Keenam prioritas tersebut adalah Bidang Penciptaan dan Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan, Bidang Pembangunan Ketahanan Pangan, Bidang Pengembangan Teknologi Kesehatan dan Obat-obatan, Bidang Pengembangan Teknologi Manajemen Transportasi, Bidang Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Bidang Pengembangan Teknologi Pertahanan.

Prioritas lain yang juga terus dikembangkan adalah pengembangan sistem peringatan dini untuk gempa bumi.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Satu warga AS & 2 Jepang menangi Nobel fisika
  • China rayakan sukses astronot jalan-jalan di ruang angkasa
  • Planet kerdil baru itu dinamai Haumea
  • Astronot China akan jalan di ruang angkasa

Komentar

#1 - mekanisme pendanaan

tambahan saja, perlu juga diubah mekanisme pelaporan hasil penelitian. antara turunnya dana secara bertahap dan pembuatan laporan sering tidak pas. sehingga dalam pelaporan terpaksa membuat kwitansi yang tanggalnya mundur. lagi pula mekanismenya masih merepotkan peneliti. trisms

agusallim - surabaya/indonesia @ 08/08/2008 - 16:07 WIB dari 125.164.5.43 (43.subnet125-164-5.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar