Jepang luncurkan satelit pemanasan global

Rabu, 21/01/2009 13:04:06 WIBOleh: Taufik Wisastra

TOKYO (Bloomberg): Badan Eksplorasi Antariksa Jepang besok meluncurkan satelit untuk mengukur gas rumah kaca di atmosfir bumi seiring upaya sejumlah negara untuk mendapatkan data yang lebih baik tentang evolusi pemanasan global.

Greenhouse-Gases Observing Satellite (Gosat) akan diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima di baratdaya Jepang, ungkap badan itu dalam situsnya.

Para ilmuwan didesak oleh sejumlah pemerintah untuk memprediksi pengaruh pemanasan global, seperti kenaikan tingkat permukaan laut akibat pencairan es di kutub. Permukaan samudra akan naik secara signifikan pada abad ini dibanding periode sebelumnya, menurut hasil studi yang dikeluarkan Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA).

Proyek Jepang itu akan mengukur densitas karbon dioksida (CO2) dan emisi gas rumah kaca lainnya yang masuk ke atmosfir, kata Yukiko Kaji, juru bicara badan itu melalui telepon dari Tokyo.

Biaya pembangunan satelit yang diberi nama "Ibuki" (nafas) mencapai total 18,3 miliar yen (US$202 juta). Mitsubishi Heavy Industries Ltd menyebutkan dalam pernyataan terpisah bahwa pihaknya akan membantu peluncuran Ibuki. Pusat ruang angkasa itu berada di Pulau Tanegashima dekat baratdaya Pulau Kyushu.

Hampir setengah dari 6,7 miliar penduduk dunia hidup di pesisir pantai yang berpotensi terkena serrangan badai dan kenaikan permukaan laut, menurut laporan EPA.

Sekitar 190 negara berencana untuk bertemu tahun ini dalam pembicaraan yang disponsori PBB guna mencapai kesepakatan internasional dalam upaya menghambat perubahan iklim. Mereka setuju memenuhi tenggat waktu penyelesaian dokumen itu di Copenhagen pada Desember. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika