
DENPASAR (Antara): Korban terinfeksi virus flu babi (H1N1) di Bali terus bertambah dari yang sebelumnya dua orang kini sudah empat pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus H1N1.
Keempat korban yang seluruhnya berkebangsaan asing itu kini masih dalam perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.
Kabid Pelayanan Medik RSUP Sanglah Denpasar, Dr I Gusti Lanang Suartana Putra ketika dihubungi di Denpasar, Senin membenarkan bahwa empat pasien yang dirawat pihaknya positif menderita flu babi.
"Kemarin (28/6) sekitar pukul 18.00 wita kami mendapat informasi dari Jakarta bahwa dua pasien `suspect` flu babi yang dalam perawatan di RSUP Sanglah, positif dinyatakan menderita flu babi," ucapnya.
Dengan demikian, hingga saat ini telah empat pasien yang benar-benar terjangkit virus H1N1.
Dua korban flu babi yang lebih dulu dinyatakan positif terinfeksi H1N1 adalah Bobie Masoner (22), warga kelahiran Inggris yang menetap di Australia, dan George Coltman (12) asal Australia.
Sementara dua orang yang belakangan menyusul, James Antonocciu (10), bocah lelaki asal Australia, dan Tayla Marco (14), perempuan yang juga berasal dari negeri kanguru.
Dari pasien sebanyak itu, baru hanya Bobie Masoner yang diperbolehkan pulang dari RSUP Sanglah. Ia meninggalkan rumah sakit pada hari Jumat (26/6) lalu setelah kondisi keshatannya dinyatakan telah membaik, serta sudah melewati waktu infeksius.
Sedangkan tiga pasien yang lain, hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi RSUP Sanglah Denpasar, sembari menunggu hasil tes laboratorium untuk yang terakhir.
"Ketiga pasien yang masih dirawat, secara umum kondisinya sudah sangat baik. Suhu badan mereka mulai normal, serta tidak lagi terlihat flu," katanya.
Menurut dia, kalau hasil laboratorium yang terakhir nanti menyebutkan ketiganya kembali negatif, serta masa infeksiusnya sudah lewat, besar kemungkinan pasien bisa dipulangkan, tambahnya.
Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak khawatir yang berlebihan, namun harus selalu tetap menjaga kesehatan di musim pancaroba yang kondisi cuacanya kurang bagus ini, katanya.
"Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, yang terpenting bagaimana menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat, terlebih sekarang musim pancaroba yang cenderung tidak bersahabat," ujar Dr Lanang. (dj)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »