• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Gilimanuk perketat lalu lintas hewan

Senin, 29/06/2009 14:24:27 WIBOleh: Antara
GILIMANUIK (Antara): Balai Karantina Wilayah Gilimanuk kini semakin memperketat pengawasan terhadap lalulintas hewan yang masuk dari luar Bali.

I Ketut Sonen, penanggung jawab Balai Karantina Wilayah Kerja Gilimanuk, Senin mengatakan, pengetatan itu dilakukan menyusul munculnya kasus flu babi atau H1N1 di Bali.

"Walau belum ada instruksi khusus dari pemerintah terkait adanya binatang atau hewan yang membawa virus H1N1, namun kami tetap melakukan pengawasan sebagai langkah antisipasi," tandasnya.

Untuk mendukung pengawasan, dia mengaku telah mempersiapkan infrastruktur penunjang, antara lain berupa alat tes kesehatan binatang.

"Saat ini pendeteksian dikhususkan pada unggas dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing yang dominan dapat membawa virus afian influenza dan rabies," terangnya.

Kendati belum ditemukan adanya warga lokal di Bali yang terjangkit flu babi akibat bersentuhan dengan hewan, namun baginya antisipasi harus tetap dilakukan sejak dini.

"Apalagi Gilimanuk merupakan salah satu pintu masuk Pulau Bali, baik bagi manusia, binatang maupun hewan peliharaan yang kemungkinan saja bisa membawa virus. Untuk itu kami terus melakukan pengawasan," tambahnya.

Dia menyebutkan, hingga kini pihaknya telah melakukan eleminasi terhadap beberapa jenis hewan dan unggas hasil sitaan yang tercatat masuk ke Bali secara ilegal. Unggas tersebut antara lain ayam, anjing, kera dan kucing.

"Lalulintas hewan melalui pelabuhan memang cukup rawan. Banyak upaya penyelundupan yang dilakukan orang-orang dengan melibatkan nelayan-nelayan kecil, tapi hal ini terus kami pantau," tegasnya.

Menurutnya, setiap pengiriman hewan atau ternak yang melintas dari luar Bali lewat Gilimanuk harus dilengkapi dokumen yang juga menyertakan apakah hewan atau ternak tersebut dalam kondisi sehat atau tidak.

"Kami akan mengambil langkah tegas apabila ada orang yang membawa hewan atau ternak tanpa melengkapi diri dengan dokumen," imbuhnya.

Sejak merebaknya kasus flu burung dan flu babi, kata dia, lalulintas hewan dari Jawa ke Bali mengalami sedikit penurunan, namun tidak terlalu signifikan. (dj)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika