Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Jumat, 18/04/2008 10:59 WIB

Indspa & UI gelar kursus terapis spa

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (Bisnis): Indonesia Spa Profesional Association (Indspa) menggandeng Training Center FISIP Universitas Indonesia untuk mengadakan kursus bagi terapis setara D1.

Lourda Hutagalung, ketua bidang kelembagaan Indspa, mengatakan Indonesia tidak mampu memenuhi permintaan industri spa dunia yang membutuhkan sedikitnya 10.000 terapis.

"Kalau satu negara seperti Kanada saja butuh 3.000 terapis spa dari Indonesia maka angka 10.000 itu memang kebutuhan nyata dari negara Eropa, Irlandia, Turki, Timur Tengah, selain permintaan dari lingkungan Asia lainnya seperti Singapura dan Malaysia," jelasnya.

Hal yang mendorong pihaknya untuk melakukan terobosan mencetak SDM spa dengan UI adalah datangnya permintaan dari China dan India yang seharusnya tidak memiliki masalah SDM.

"Tapi kenyataannya terapis spa Indonesia saat ini dibutuhkan oleh China dan India, suatu bukti bahwa SDM spa Indonesia memiliki ketrampilan lebih dan keunggulan lainnya," kata Lourda yang juga presdir PT Bakti Pekerja Indonesia yang memberikan jasa pengiriman tenaga ahli industri pariwisata ke mancanegara.

Pihaknya telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Training Center FISIP UI untuk menciptakan sumber daya manusia terampil, berwawasan dan memiliki integritas yang tinggi khususnya bidang spa terapis.

Indspa terlibat di dalamnya karena bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata telah memiliki kurikulum dan standar kompetensi yang diakui secara internasional.

"Pelatihan dan pendidikan bidang spa ini memakan waktu setahun dengan mutu pendidikan setara dengan D1. Kerjasama dengan UI ini merupakan terobosan baru di dunia pendidikan spa hingga akhirnya spa diakui secara resmi sebagai cabang ilmu baru."

Senmentara itu Jajang Gunawijaya, Direktur Training Center FISIP UI, mengatakan pihaknya sebagai lembaga pendidikan yang terpercaya dan berkualitas mengharapkan sistem pengajaran baru ini sungguh-sungguh memberikan perbedaan yang signifikan terhadap ketrampilan dan kualitas terapis Indonesia.

"Saat ini saja terapis asal Indonesia sudah banyak dibutuhkan oleh negara-negara yang menjadi tujuan wisata spa. Kami harapkan dengan sistem ini mereka yang mengikuti kursus terapis spa di UI bisa mendapatkan tekhnik dan praktek para pengajar dan teori yang lebih mendalam dengan system SKS dan mengikuti standar kompetensi yang berlaku," tambahnya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Roche luncurkan 'Tulang sehat, BoneDiva'
  • Penyakit TB rugikan usia produktif Rp8,5 triliun
  • Rumah sakit ditutup karena laba-laba
  • Teknolog anti penuaan yang cepat

Komentar

Beri Komentar