Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Jumat, 09/05/2008 17:14 WIB

Anemia zat gizi rugikan negara Rp110 triliun

oleh : Noerma Komalasari

JAKARTA (Bisnis): Indonesia berpotensi mengalami kerugian ekonomi Rp110,2 triliun dalam kurun waktu 2004-2012 akibat tingginya jumlah masyarakat yang terkena anemia zat gizi besi.
Estimasi Unicef empat tahun lalu itu berdasarkan kalkulasi rendahnya produktivitas kerja, buruknya prestasi belajar anak usia sekolah, biaya perawatan dan masalah sosial yang ditimbulkan dari anemia zat gizi besi.

Kekurangan gizi mikro dapat diatasi melalui tiga langkah, yakni diversifikasi konsumsi pangan, suplementasi, dan fortifikasi pangan. Strategi ketiga, fortifikasi pangan dinilai sangat efektif, di mana biayanya ditanggung oleh pemerintah, produsen, dan konsumen.

Melalui fortifikasi pangan, suatu jenis pangan dapat diperkaya dengan satu atau lebih zat gizi mikro. Di Indonesia, saat ini ada dua fortifikasi wajib yang diterapkan oleh banyak produsen pangan yakni fortifikasi iodium pada garam sementara seng, besi, asam folat, vitamin B1 dan B2 pada terigu.

Mencermati hal tersebut Kraft Cares Foundation memberi donasi US$50.000 dalam kerja sama di bidang pelatihan dan advokasi fortifikasi kepada Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI). Penandatanganan kerja sama yang dilakukan tadi malam ini ini merupakan wujud kepedulian Kraft atas masalah kekurangan gizi dan kemiskinan di Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang bersinergi dengan masyarakat Indonesia melalui produk-produk kami, Kraft merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan masalah kurang gizi di sini. Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik," ujar Director Corporate Affairs Kraft Asia Pasific Tod Gimbel. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Metode bedah sesar tetap berisiko
  • Telepon Kasih layani konsultasi kehamilan
  • Gangguan pencernaan dianggap sepele
  • Ribuan bayi bergizi buruk ditemukan di DKI

Komentar

Beri Komentar