Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Senin, 12/05/2008 15:14 WIB

Lippo tanam US$30 juta bangun MRIN

oleh : Noerma Komalasari & Risma Awalliah

JAKARTA (bisnis.com): Grup Lippo menginvestasikan dana US$30 juta untuk membangun pusat penelitian kanker Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) di Lippo Karawaci.

MRIN yang resmi dibuka hari ini diharapkan menghasilkan penemuan medis baru dan bermanfaat bagi pasien kanker di Indonesia.

MRIN optimistis dapat berkontribusi besar bagi perkembangan dunia medis di masa mendatang, melalui pemberian pemahaman baru akan penyebab kanker, diagnosa dini, serta pengendalian dan pengobatan bagi masyarakat.

"Secara ringkas misi kami adalah mengalahkan kanker. Yayasan kami mendanai operasional MRIN US$3 juta per tahunnya, sementara nilai investasi institut sendiri US$30 juta," ujar pemimpin Grup Lippo Mochtar Riady, hari ini.

Dia mengatakan hasil penelitian institut akan dipatenkan atas nama peneliti dan institut. Institut yang telah digagas sejak 2006 ini merupakan bagian dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Medical Sciences Group. Dalam grup juga termasuk Fakultas Kedokteran UPH dan Rumah Sakit Siloam.

"Membangun pusat riset adalah suatu hal rumit, kami butuh waktu yang agak panjang sekitar dua tahun untuk menentukan riset sambil mendapatkan ahli riset yang sesuai. Setelah melengkapi software dan hardware maka kami grand opening."

Ada lima divisi penelitian inti dalam MRIN, a.l. immunology dan genomic. Untuk menunjang penelitiannya, MRIN telah bekerja sama dengan institusi lokal dan luar negeri dalam tahap awal berdirinya.

"Pada tahap awal MRIN akan meletakkan fokus pada studi yang berhubungan dengan kanker hati."(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Metode bedah sesar tetap berisiko
  • Telepon Kasih layani konsultasi kehamilan
  • Gangguan pencernaan dianggap sepele
  • Ribuan bayi bergizi buruk ditemukan di DKI

Komentar

Beri Komentar