Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Jumat, 27/06/2008 19:15 WIB

Ribuan bayi bergizi buruk ditemukan di DKI

oleh : Nurudin Abdullah


JAKARTA (Bisnis.com): Ribuan bayi bergizi buruk masih ditemukan di wilayah DKI Jakarta berada pada level bawah garis merah (BGM) yang berarti cukup memprihatinkan.

Tini Suryanti, Kasubdin Pemasaran Sosialisasi Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengatakan bayi bergizi buruk itu berasal dari keluarga yang kondisi ekonominya berada di bawah garis kemiskinan.

"Untuk itu, kini pihaknya tengah memberikan bantuan makanan khususnya untuk para bayi dengan memberikan makanan tambahan melalui posyandu yang ada di Jakarta," katanya di Jakarta hari ini.

Dia tidak menyebut jumlah bayi kurang gizi tersebut, tetapi datanya telah tercatat di 4.123 Posyandu yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

Tini mengatakan untuk mengatasi keterbatasan jumlah tenaga medis pihaknya telah meminta bantuan sejumlah rumah sakit dan memberdayakan semua kader Posyandu yang telah dilatih menjadi tenaga medis.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Sri Hartati Fauzi Bowo mengatakan akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Posyandu yang ada di Jakarta. Salah satu upaya yang dilakukan melalui kegiatan Gebyar Posyandu setiap bulan pada tanggal 27, yang terbukti mampu meningkatkan kualitas posyandu.

Dia mengakui saat krisis ekonomi pada 1998 kegiatan Posyandu sempat mengalami stagnasi. Untuk menghidupkannya kembali dibentuk tim adhoc perkuatan Posyandu dengan menggelar Gebyar Posyandu secara ruti. Hasilnya, jumlah Posyandu di Jakarta meningkat dari semula hanya 3.841 Posyandu bertambah menjadi 4.123 Posyandu atau meningkat 6,84%. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Kasus AIDS di Jakarta 41.240 Orang
  • Imunisasi turunkan angka kejadian penyakit
  • Cathy pelajari kulit wajah wanita
  • Menkes salahkan pemda soal Jamkesmas
  • Gorengan sumbang 35% penyakit jantung
  • Korban kacang hijau asal China bertambah
  • Taiwan larang bubuk ammonium China
  • RS Omni & Askes kerja sama hemodialisa
  • Askes keluarkan Rp9,6 miliar untuk cuci darah

Komentar

Beri Komentar