Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran
Selasa, 01/07/2008 12:57 WIB
Gangguan pencernaan dianggap sepele
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (Bisnis): Masyarakat Indonesia rentan terhadap masalah kesehatan akibat kurang lancarnya pencernaan dan pilihan makanan yang tidak seimbang, kata ahli gizi Fiastuti Witjaksono.
Berbicara dalam talkshow yang digelar Danone Activia siang ini, Fiastuti mengatakan kebanyakan orang menganggap sepele masalah gangguan pencernaan. Gejala sulit buang air besar (konstipasi), sembelit seringkali dianggap mengganggu namun dianggap tidak serius padahal bisa memicu masalah kanker usus.
"Saluran pencernaan merupakan organ terpenting dalam menciptakan kesehatan secara keseluruhan. 80% Pencernaan berperan dalam daya tahan tubuh," tandasnya.
Satu studi yang melibatkan 300 responden di Indonesia menunjukkan secara reguler 94% dari masyarakat Indonesia mengalami susah buang air besar, kata Bayu Kurniawan, senior brand manager Activia PT Danone Indonesia.
Studi yang dilakukan lembaga IPSOS atas pola makan dan kesehatan pencernaan di Indonesia itu menunjukkan penyebab gangguan tersebut adalah pola makan yang tidak sehat misalnya terbiasa untuk tidak sarapan, mengkonsumsi makanan berlemak dan kurang mengkonsumsi serat. Hal yang sama juga terjadi pada masyarakat di beberapa negara Asia seperti Thailand, Vietnam, India dan Pakistan.
Oleh karena itu Danone Activia, kata Thierry, meluncurkan kampanye edukasi kesehatan pencernaan bertajuk "Tantangan 14 Hari "untuk meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia pada kebiasaan dan pola makan yang sehat bagi pencernaan.
Fiastuti mengatakan kesibukan sehari-hari seringkali membuat seseorang lupa sarapan atau makan siang dan menggantinya dengan cemilan ringan seperti gorengan yang justru memicu masalah pencernaan. Selain tidak cukup gizi, makanan ringan juga menghambat kerja pencernaan. Faktor yang mempengaruhi kinerja saluran adalah pola makan tidak teratur, diet tidak seimbang, kurang sehat,makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, stres dan kehamilan.
"Kebanyakan penderita gangguan tidak menyadari gangguan fisik akibat masalah pencernaan bisa mempengaruhi kualitas hubungan dengan orang lain karena pikiran dan tubuh tidak fit," tambahnya.
Untuk mengubah kebiasaan yang tidak menyehatkan, kata Bayu, menjaga kesehatan pencernaan cukup mudah dilakukan dengan melakukan penilaian pola makan dan kebiasaan untuk mengukur kesehatan pencernaan lebih dulu.
Menurut dia, probiotik bifidusbacterium animalis DN 173 010 yang terkandung dalam yoghurt Activia terbukti secara klinis memberikan dampak kesehatan bagi pencernaan orang dewasa dan manula terutama wanita dengan keluhan sulit buang air apabila dikonsumsi rutin selama 14 hari.
Itulah sebabnya program Tantangan 14 Hari mengajak konsumen saling menyemangati rekan, kerabat dan sanak saudaranya dalam kompetisi terdiri dari 10 orang dalam satu tim yang ditantang mengkonsumsi Activia secara reguler selama 14 hari.
"Pengalaman tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan oleh para tim peserta yang diadakan selama bulan Juli. Dipilih sepuluh cerita terbaik yang diseleksi pada bulan ke dua agustus. Mereka dapat hadiah dan kesempatan menjadi duta Activia," tambah Bayu. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Brawijaya luncurkan tes alergi tercepat
- MBI tingkatkan akurasi mammogram
- 2.000 Peserta ikuti Fun Walk
- Kandungan pitera percerah kulit wajah
- 26 Mahasiswa ikuti Novartis BioCamp