Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Jumat, 04/07/2008 17:55 WIB

Metode bedah sesar tetap berisiko

oleh : Reni Efita Hendry


JAKARTA (Bisnis.com): Persalinan dengan metode bedah sesar, meskipun relatif aman, tetap mempunyai beberapa risiko terhadap ibu atau bayi.

Dokter spesialis kandungan Andon Hestiantoro dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM mengatakan persalinan dengan bedah sesar memiliki angka kematian kesakitan lebih tinggi yaitu sekitar 27,3 per mil dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya sekitar 9 per mil.

"Prevalensi persalinan caesar di rumah sakit pemerintah mencapai 11%-15% dan di rumah sakit swasta saat ini dapat mencapai sekitar 30%-40%," ujarnya dalam talkshow dengan tema Metode Persalinan Berpengaruh pada Pembentukan Mikrobiota Saluran Pencernaan dan Kekebalan Tubuh Buah Hati.

Menurut dia, tingginya prevalensi itu merupakan indikasi medis yang mewajibkan sang ibu menjalani persalinan dengan bedah sesar, dapat dipengaruhi oleh faktor sosial, atau pemahaman ibu hamil yang salah dan sering kali tidak berdasarkan medis.

Beberapa indikasi medis persalinan caesar yaitu ibu mengalami eklampsia (kejang dalam kehamilan), panggul sempit, plasenta menutupi jalan lahir, kelainan jantung pada ibu, persalinan macet, perdarahan banyak selama kehamilan, infeksi dalam rahim, dinding rahim yang menipis akibat bedah sesar tau operasi rahim sebelumya atau tumor di rahim.

Sedangkan indikasi janin yaitu gawat janin, bayi besar, bayi letak lintang, kehamilan triplet, kembar siam atau janin hidrosepalus. Faktor sosial yang mempengaruhi antara lain adanya kecemasan suami yang berlebihan dan menganggap istrinya tidak sanggup melahirkan normal.

Selain itu kehawatiran vagina istri menjadi longgar, riwayat infertilitas dan alasan memilih waktu dan tanggal kelahiran. Lalu pemahaman ibu yang salah kaprah yaitu sesar karena tidak sakit, lebih aman, anak lebih pintar, dan kekhawatiran dilakukan vakum dan kepala terjepit.

"Agar tidak sesar, si ibu waktu hamil harus mencegah berat badan yang besar, rajin olahraga dan minta pendapat dokter lain bila harus sesar," kata Andon. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Vaksin dari Novavax kebal flu burung
  • Remaja diminta kenali kanker payudara
  • Bantuan untuk dokter spesialis dinaikkan
  • Adidas sumbang penderita kanker
  • Badan POM luncurkan 'Petualangan Pompi'
  • Hanya 40% bayi mendapat ASI eksklusif
  • Pengesahan RUU Kesehatan belum jelas
  • Dewi Sandra jadi vegetarian
  • Lola bangga punya kulit warna gelap

Komentar

#1 - Bedah sesar lahan bisnis Dokter Ahli Kandungan

Saat ini Dokter Ahli kandungan selalu meminta bedah sesar karena penghasilannya lumayan besar. Mereka mana mau harus menunggui pasien agar persalinan berjalan normal. Baru 15 menit menunggu dokter langsung bicara ke keluarga supaya dilakukan sesar, kita konsumen tidak bisa menolaknya. Saya yakin persentase persalinan normal lebih besar dilakukan bidan dan bukan dokter. Bidan memang lebih sabar dalam membantu persalinan.

Said - Tangerang/Indonesia @ 16/07/2008 - 10:52 WIB dari 202.159.19.242 (202.159.19.242)

Beri Komentar