Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Rabu, 06/08/2008 15:26 WIB

Gas kendaraan picu kenaikan alzhaimer

oleh : Th.D.Wulandari

JAKARTA (Bisnis.com): Gas buang kendaraan bermotor yang mengandung timbal diklaim memberi kontribusi pada peningkatan jumlah penderita dimensia alzhaimer di dunia.

Selain gas buang kendaraan bermotor, pasta gigi yang kemasannya terbuat dari aluminium juga diakui memberi kontribusi penambahan jumlah penderita penyakit yang menyerang fungsi otak ini.

"Makanya perlu diwaspadai udara kota besar dari kendaraan yang mengandung timbal memperparah jumlah penderita alzhaimer dari waktu ke waktu,” ujar Samino, dokter spesialis syaraf RSCM dan Ketua Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAzI) dalam diskusi bersama Eisai Indonesia, hari ini.

Dimensia Alzhaimer merupakan salah satu jenis dimensia atau kepikunan yang digolongkan ke dalam Cortical Degeneratif Dementia. Penyakit ini akan menyerang fungsi otak yang ditandai dengan gejala pikun pada manusia usia lanjut di atas 65 tahun. Pernyataan Samino itu mengacu pada penelitian ilmiah yang sudah dilakukan oleh pakar alzhaimer di seluruh dunia sejak penyakit ini ditemukan oleh Alois Alzhaimer pada 1960.

Samino mengatakan bahwa tiga logam yang patut diwaspadai sebagai penyebab munculnya penyakit alzhaimer adalah timbal, aluminium, dan raksa atau merkuri. Berdasarkan angka kejadiannya, gejala Alzheimer akan mulai tampak pada usia manusia di atas 65 tahun. Namun karena faktor lain, penyakit ini bisa muncul pada manusia yang berusia di bawah 50 tahun.

"Salah satunya dipicu dari pola hidup yang tidak sehat dan udara lingkungan yang juga tidak mendukung,” ujarnya.

Penyakit yang kerap disebut-sebut sebagai penyakit abad ini ternyata mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data Asia Pasifik 2006 menyebutkan pada 2025 jumlah orang yang menderita dimensia di wilayah Asia Pasifik diperkirakan meningkat dua kali lipat. Peningkatan ini akan lebih cepat di negara Barat. Diperkirakan pada 2040 penderita dimensia di dunia akan mencapai 80 juta dengan persentase terbesar di negara sedang berkembang.

Di negara berkembang angka kejadian alzhaimer sekitar 60% pada 2001 dan meningkat 71% pada 2004. Pola hidup yang sehat disertai pola makan yang banyak mengandung sayur dan buah ternyata menjadi salah satu cara pencegahan paling ampuh untuk menekan membengkaknya penderita alzhaimer.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Kasus AIDS di Jakarta 41.240 Orang
  • Imunisasi turunkan angka kejadian penyakit
  • Cathy pelajari kulit wajah wanita
  • Menkes salahkan pemda soal Jamkesmas
  • Gorengan sumbang 35% penyakit jantung
  • Korban kacang hijau asal China bertambah
  • Taiwan larang bubuk ammonium China
  • RS Omni & Askes kerja sama hemodialisa
  • Askes keluarkan Rp9,6 miliar untuk cuci darah

Komentar

Beri Komentar