Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Rabu, 13/08/2008 18:34 WIB

Pil KB berisiko picu kanker payudara

oleh : Reni Efita Hendry

JAKARTA (bisnis.com): Wanita karir yang baru menikah berisiko lebih tinggi kena penyakit kanker payudara bila mengkonsumsi pil KB untuk memperlambat kehamilannya.

Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta dokter spesialis kanker Sutjipto mengatakan wanita yang baru menikah mengkonsumsi pil KB untuk memperlambat kehamilan dapat meningkatkan risiko kanker karena pil itu dapat mempengaruhi hormon di dalam tubuh. "Munculnya penyakit kanker payudara tergantung pada hormonal," kata Sutjipto.

Selain itu, perempuan karir yang rentan terkena kanker payudara juga dapat disebabkan karena pengaruh gaya hidup yang tidak sehat karena sering mengkonsumsi makanan instan, lemak tinggi, protein tinggi), perokok aktif dan pasif, dan faktor lingkungan yang terpolusi.

Beberapa dekade yang lalu, katanya, penderita kanker payudara berada pada usia lebih dari 40 tahun dan kini usia pasiennya semakin muda. Sutjipto mengatakan masa inisasiasi sampai menjadi penyakit kanker itu berlangsung selama 20-25 tahun. Dokter tersebut mempunyai pasien yang termuda berusia 21 tahun.

"Saya sangat prihatin dengan masalah penyakit kanker payudara ini, karena banyak pasien mencari pengobatan irrasional dan datang ke dokter pada kondisi stadium lanjut. Kalau orang itu datang ke dokter pada stadium dini peluang untuk sembuh cukup besar," katanya.

Ada 10 cara menghindari kanker yaitu berhenti merokok, hindari sinar matahari, kurangi kadar lemak dalam makanan, perbanyak makanan berserat, kurangi makanan yang diasap, dibakar dan diawetakan dengan nitrit.

Lalu pilih makanan yang banyak mengandung vitamin A dan C, konsumsi lebih banyak sayuran golongan kubis, hindari minuman beralkohol. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Kasus AIDS di Jakarta 41.240 Orang
  • Imunisasi turunkan angka kejadian penyakit
  • Cathy pelajari kulit wajah wanita
  • Menkes salahkan pemda soal Jamkesmas
  • Gorengan sumbang 35% penyakit jantung
  • Korban kacang hijau asal China bertambah
  • Taiwan larang bubuk ammonium China
  • RS Omni & Askes kerja sama hemodialisa
  • Askes keluarkan Rp9,6 miliar untuk cuci darah

Komentar

Beri Komentar