Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran


Kamis, 21/08/2008 17:25 WIB

Pengesahan RUU Kesehatan belum jelas

oleh : Yurivito Kris Nugroho


JAKARTA (bisnis.com): Pengesahan RUU Kesehatan tahun ini terancam gagal setelah beberapa kali mengalami penundaan karena selalu dianggap tidak penting.

Anggota Komisi IX DPR Mariani Akib Baramuli mengatakan hal ini dikarenakan semakin mendekatnya akhir masa jabatan dewan dan persiapan untuk pemilu.

"RUU ini belum selesai karena masalah waktu dan semua sekarang ada yang sibuk kampanye buat pemilu," ujarnya dalam Dialog publik: Mendorong Pengesahan RUU Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Perbaikan Pelayanan Kesehatan Perempuan, Jakarta Pusat, hari ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas Perempuan Ninik Rahayu mengungkapkan belum adanya ruang yang secara khusus di bidang pelayanan kesehatan terhadap perempuan dianggap sebagai latar belakang pengajuan RUU tersebut.

"Ruang yang belum terakomodir itu adalah terkait pelayanan kesehatan reproduksi dan pelayanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan," kata Ninik.

Kartono Muhamad, perwakilan dari Yayasan Kesehatan Perempuan, menjelaskan RUU ini juga terhambat bukan dikarenakan oleh faktor DPR saja, tetapi juga karena adanya kepentingan tertentu dari Departemen Kesehatan.

Dalam siaran persnya, Kartono menyebutkan Depkes ingin membuat UU ini kembali mencerminkan struktur organisasi Depkes. Dia mencontohkan bagaimana kalau setiap berganti menteri kesehatan mengganti struktur Depkes, apakah UU akan berganti juga.

Dia menghimbau agar Depkes tidak mengambil sikap yang demikian karena hal itu akan menghambat. RUU Kesehatan ini nantinya akan menjadi sebuah payung hukum bagi demi mendapatkan pemenuhan haknya atas kesehatan. RUU ini dirancang untuk mengubah UU Kesehatan No.23/1992 karena dinilai sudah tidak relevan lagi untuk keadaan sekarang. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Kasus AIDS di Jakarta 41.240 Orang
  • Imunisasi turunkan angka kejadian penyakit
  • Cathy pelajari kulit wajah wanita
  • Menkes salahkan pemda soal Jamkesmas
  • Gorengan sumbang 35% penyakit jantung
  • Korban kacang hijau asal China bertambah
  • Taiwan larang bubuk ammonium China
  • RS Omni & Askes kerja sama hemodialisa
  • Askes keluarkan Rp9,6 miliar untuk cuci darah

Komentar

Beri Komentar