Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran
Senin, 25/08/2008 18:53 WIB
Bantuan untuk dokter spesialis dinaikkan
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah akan meningkatkan alokasi bantuan pemerintah untuk pendidikan dokter spesialis secara gratis dari Rp600 miliar tahun ini menjadi Rp1 triliun tahun depan guna menyeimbangkan rasio dokter spesialis dengan jumlah penduduk.
"Tahun depan dananya akan kita tingkatkan menjadi Rp 1 triliun. Kalau rata-rata pencetakan satu dokter spesialis butuh Rp500 juta, maka anggaran satu tahun bisa menghasilkan 2.000 dokter spesialis," ujar Kalla ketika meresmikan Sahid Sahirman Memorial Hospital di Jakarta hari ini.
Dia menjelaskan bantuan yang diberikan untuk sejumlah fakultas kedokteran terkemuka tersebut pada tahun ini baru mencapai Rp600 miliar. Angka itu dinilai belum memadai sehingga perlu ditingkatkan lagi.
Jumlah dokter spesialis yang tidak memadai, menurut dia, membuat seorang dokter berpraktik di beberapa rumah sakit dan klinik pribadi. Kondisi itu membuat waktu untuk konsultasi dengan pasien terbatas.
Selain itu, dokter juga tidak bisa membuat diagnosis yang jitu dalam satu kali konsultasi. "Akibatnya, dokter akan kasih banyak obat, karena dia menduga-duga penyakit pasiennya. Pikirnya, dari sekian banyak obat, masak gak ada yang kena," tuturnya disambut tawa hadirin.
Karena itu, Wapres meminta para dokter meluangkan waktu untuk terus belajar, mendengarkan keluhan pasien, menghindari pemberian obat pesan sponsor pabrikan farmasi, dan memberikan kesempatan pasien bertanya melalui telepon atau pesan singkat.
"Dokter spesialis yang baik itu cirinya kalau ditelepon pasien mau menjawab, di-SMS membalas, dan obatnya sedikit," tuturnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Pepsodent gelar periksa gigi gratis
- Susu AS mengandung melamin, FDA nyatakan aman
- 200 Kader PKK ikuti seminar soal gizi
- Pekan Kondom Nasional digelar 1-7 Des
- Ginseng Korea meningkatkan libido dan anti kanker