Bisnis Indonesia Online » Senggang » Kebugaran
Kamis, 04/09/2008 11:37 WIB
MBI tingkatkan akurasi mammogram
oleh : Elsya Refianti
MINNESOTA (AP): Sebuah pelacak radioaktif yang 'menerangi' kanker tersembunyi di balik jaringan payudara yang tebal dalam percobaan pertamanya dinilai lebih menjanjikan untuk mammogram, karena memperjelas tumor dan menekan munculnya alarm palsu, kata para dokter.
Metode percobaan yang disebut sebagai molecular breast imaging (MBI) itu tidak akan menggantikan fungsi mammogram bagi wanita berisiko rata-rata terhadap penyakit itu.
Tetapi metode itu bisa menjadi alat tambahan yang diperlukan untuk mendeteksi kanker payudara pada wanita yang memiliki risiko lebih tinggi dengan jaringan payudara padat, yang membuat tumor sulit terlihat pada mammogram, dan dapat dilakukan dengan biaya lebih murah daripada MRI/magnetic resonance imaging. Sekitar 25% wanita berusia 40 tahun atau lebih tua memiliki jaringan payudara padat.
"MBI adalah teknologi yang menjanjikan yang sudah mengalami tes lanjutan," kata Carrie Hruska, insinyur biomedik di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, yang telah mengerjakan MBI selama enam tahun.
Wanita itu akan mempresentasikan hasilnya pada pekan ini di acara konferensi American Society of Clinical Oncology di Washington, D.C.
Mammogram, yakni sejenis X-ray, merupakan cara utama untuk mengecek kanker payudara. MBI juga memanfaatkan radiasi, tetapi dengan cara yang berbeda. Para wanita diberi satu dosis zat pelacak lewat pembuluh venanya. Zat tersebut akan diserap lebih banyak oleh sel-sel yang abnormal dibandingkan yang sehat. Kamera khusus akan bertugas mengumpulkan 'sinar' yang dikeluarkan sel itu sehingga dokter dapat melihat tumor pada gambar yang dihasilkan.
Para peneliti telah mencoba kedua metoda itu terhadap 940 wanita yang memiliki jaringan payudara padat dengan risiko tinggi kanker karena riwayat keluarga, gen yang jelek atau alasan lainnya.
Sebanyak 13 tumor ditemukan pada 12 wanita, di mana delapan di antaranya oleh MBI, satu oleh mammografi, dua lagi oleh kedua metoda tersebut, dan dua lainnya bukan oleh keduanya.
Sebanyak dua kanker yang tak terdeteksi ditemukan pada mammogram tahunan berikutnya, pemeriksaan fisik atau tes imaging lainnya.
Dengan kata lain, MBI menemukan 10 dari 13 tumor dan mammogram hanya mendeteksi tiga dari 13 tumor. Dengan menggunakan kedua metoda itu, sebanyak 11 dari 13 tumor berhasil dilacak.
"Gambar-gambar ini cukup memukul. Anda bisa melihat bagaimana kanker bisa tersembunyi dari mammogram," kata Hruska.
Mammogram sering memberikan alarm palsu yang membuat dokter akan menyimpulkan adanya kanker yang sebenarnya tiada pada sekitar 9% dari para pasien, lebih tinggi dari hanya 7% pada MBI. Tes MBI mengarah kepada lebih banyak biopsi dibandingkan mammogram, tetapi lebih sering pula membuktikan kanker.
MRI sering digunakan saat ini untuk wanita dengan jaringan payudara tebal tetapi menghasilkan banyak alarm palsu yang mengarah kepada biopsi yang tak perlu. Para dokter berharap MBI akan memberi bukti lebih akurat dan lebih murah, karena bertarif di bawah US$500, jauh lebih rendah dari US$1.000 pada MRI.
"Kita semua tahu bahwa mammografi adalah alat yang tidak sempurna, dan kami jelas perlu berbuat lebih baik di masa mendatang," kata dokter Eric Winer dari Dana-Farber Cancer Center di Boston, yang merupakan jubir grup onkologi tersebut. "Cukup adil bila mengatakan MRI tidak akan menyelesaikan semua masalah."
Sayangnya, masih ada satu kelemahan MBI, yaitu menggunakan radiasi delapan hingga 10 kali lebih tinggi dari mammogram, dosis yang tengah diupayakan untuk diturunkan melalui teknologi teranyar. Sejumlah pusat medis lainnya juga tengah melakukan tes terhadap MBI.
"Kami baru dalam masa awal untuk melihat apa yang bisa dilakukan teknologi ini," kata Hruska.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pepsodent gelar periksa gigi gratis
- Susu AS mengandung melamin, FDA nyatakan aman
- 200 Kader PKK ikuti seminar soal gizi
- Pekan Kondom Nasional digelar 1-7 Des
- Ginseng Korea meningkatkan libido dan anti kanker