JAKARTA (bisnis.com): Sedikitnya 14 perancang mode akan memperagakan busana dengan seni sulam pada acara Gebyar Adi Karya Sulam Indonesia pada 24-28 April di Museum Nasional, Jakarta.
Perancang mode yang ikut berpartisipasi mengembangkan seni sulam itu kebanyakan anggota dari Ikatan Perancang Mode Indonesia dan Asosiasi Perancang (APPMI) dan Ikatan Pengusaha Mode Indonesia (IPMI).
Perancang itu antara lain Denny Wirawan, Oscar Lawalata, Didi Budiardjo, Rusli Tjohnardi, Stephanus Hamy, Era Soekamto, Chossy Latu, Ghea Sukasah, Tuty Cholid. Lalu perancang Lenny Agustin, Rizal Rais, Audy, dan perancang muslim asal Bandung Nuniek Maward.
"Kami menyelenggarakan acara tersebut dalam rangka berpartisipasi aktif dalam program Tahun Indonesia Kreatif 2009 yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan juga dalam rangka HUT Museum Nasional ke-231," kata Ketua Yayasan Sulam Indonesia Triesna Wacik, isteri Menbudpar Jero Wacik kepada Bisnis sore tadi.
Menurut rencana, acara yang baru pertama kali diadakan Yayasan Sulam Indonesia akan diresmikan oleh Ibu Ani Yudhoyono. Tujuan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu adalah untuk dijadikan ajang pertemuan antara pemodal, perajin, desainer, pemakai produk sulam dan turunannya.
Perancang Lenny Agustin menampilkan busana sulam dengan tema Big Eyes. "Saya menampilkan sulam kontemporer," kata Lenny.
Dia menampilkan busana dengan motif bentuk boneka yang mengambil inspirasi dari boneka blythe, matanya besar yang juga banyak menjadi inspirasi bagi pelukis. Sedangkan rancangan busananya berbentuk gaya tahun 60-an yang simpel. "Saya menampilkan busana coktail, dan smart casual dengan bahan katun".
Sementara itu, perancang mode asal Bandung Nuniek Mawardi megusung tema Pre-rahpaelite grace dengan sulam tangan yang menerapkan jahit smocking, furrowing dan stitch.
Indonesia, kata Tresna, sudah sejak lama memiliki sentra sulaman dengan ciri khas masing yang bervariasi dan tersebar di Indonesia, tapi sekarang kurang begitu dilirik oleh masyarakat luas. "Kita merasa perlu melestarikan salah satu bentuk bangsa Indonesia." (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »