Museum Nasional gelar pameran kriya sulam

Kamis, 23/04/2009 10:23:56 WIBOleh: Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Kriya sulam yang diproduksi di Indonesia, negara anggota Asean bahkan dunia akan dipamerkan dalam Gebyar Adi Karya Sulam Indonesia di Museum Nasional pada 24-28 April.

"Perajin selain bisa saling tukar informasi juga bisa mencermati keunikan dan kekhasan sulaman daerah lain. Dengan demikian, diharapkan muncul ide-ide kreatif yang menjadi khas Indonesia," ujar pengamat dan kolektor sulam Syafrida Ramadhan KH.

Dia menjelaskan dari dulu kriya sulam Indonesia juga sudah dipengaruhi kriya sulam dari China, Thailand, Vietnam, dan lainnya. Namun dengan kreativitas yang tinggi, lahir kriya sulam yang kemudian menjadi kekhasan sulam Indonesia.

Sementara itu, pengamat kriya Sulam dan panitia pameran itu, Suwati Kartiwa, mengatakan dalam acara itu akan diadakan lomba menyulam yang diikuti 200 peserta dari sedikitnya 12 provinsi/pemkot dan pemkab.

"Setiap hari ada workshop yang akan mendatangkan 50 pelajar dan fashion show diikuti 14 perancang dengan bahan dasar sulaman serta bazaar," katanya.

Selama lima hari, kegiatan yang berkaitan dengan ulang tahun Museum Nasional itu juga diisi dengan klinik manajemen, klinik hukum, klinik desain yang akan mempertemukan para perajin sulam dari berbagai daerah dengan para ahli untuk memberikan pengetahuan dan pengayaan wawasan para perajin, tentang trend pasar, peluang pasar, Haki dan manajemen keuangan, serta pemasaran.

"Para perajin juga akan dipertemukan pihak Yayasan Sulam Indonesia dengan pemodal dan trader, menimba ilmu dari pakar dari Vietnam , Thailand dan Philipina di kegiatan seminar".

Triesna Wacik, Ketua Yayasan Sulam Indonesia, mengatakan pihaknya tidak ingin sekedar menggelar acara musiman, tapi juga menjadi kegiatan yang langgeng. Oleh karena itu dia akan meluncurkan prototipe Rumah Sulam di Senayan City, Jakarta yang dilengkapi fasilitas untuk tempat workshop, ruang pamer, perpustakaan, dan juga ada material yang dijual.

Menurut dia, daerah dapat menyontoh prototipe Rumah Sulam itu hingga bisa menjadi tujuan wisata dalam upaya menumbuh kembangkan kriya sulam. Langkah ini diharapkan dapat mendorong industri kreatif kriya sulam sehingga perajin semakin sejahtera.

"Popularitas kriya sulam Indonesia seperti kain sulam, renda, manik-manik, kain bordir, dan seni sulam lainnya yang tumbuh-berkembang di banyak daerah, belum dikenal luas masyarakat secara nasional dan internasional."

Dia menambahkan untuk mendukung dan menumbuhkembangkan kriya sulam, perlu ada gerakan nasional untuk memasyarakatkan kembali ketrampilan menyulam. Selain bagian dari industri kreatif yang mampu mendorong masyarakat menciptakan kreasi dan lapangan kerja baru di tengah krisis global, modal untuk menekuni kriya ini minimal hanyalah kain, jarum dan benang. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika