House of Zahra rambah pasar mode Indonesia

Kamis, 11/06/2009 18:36:52 WIBOleh: Rahmayulis Saleh
JAKARTA (bisnis.com): House of Zahra yang berpusat di Iran mulai merambah pasar mode Indonesia dengan target penjualan berkisar 50-100 potong per bulan.

Desy Ria Saputri dari Zahra Jakarta menuturkan target pasar sebanyak itu bisa tercapai mengingat perempuan di Indonesia suka pada busana kasual tapi nyaman dipakai. Produk yang dirancang sejumlah desainer dari Iran itu dipatok dengan harga Rp600.000-Rp900.000 per potong.

Desy yakin penjualan di pasar Indonesia akan sebagus di Malaysia yang sudah lebih dulu satu tahun menjual produk tersebut.

"Memang ada beberapa konsumen yang menanyakan kenapa harga busana Zahra terkesan lebih mahal. Tapi mengingat bahan dasar yang kami pakai yaitu jersey, jadi harga baju tersebut relatif mahal," ujarnya.

Dia berbicara seusai talkshow dan fashion show bertema Dress code: Smart & Stylish atas kerjasama Zahra dengan Pasaraya Grande, Jakarta, sore tadi.

Desy mengungkapkan untuk pasar Indonesia ada 10 model yang ditawarkan oleh Zahra dengan tujuh warna pilihan, a.l. Merah, hitam, putih, ungu, coklat, dan biru. Busana yang ditampilkan semuanya dari bahan dasar jersey--campuran nilon, polyester, dan lycra. "Semua busana Zahra masih diimpor dari Iran".

Selain membuka butik di Pasaraya Grande, Zahra juga tersedia di Mumtaaz Boutique di wilayah Pejompongan, Jakarta. Model busana Zahra terkesan berpotongan basic (dasar) dan polos, yang bisa dipadu padankan dengan busana lainnya dan aksesoris.

"Memang, kami menyediakan busana sebagai investasi dasar yang bisa dipadukan dengan produk lainnya dan aksesoris sehingga pemakai bisa berkolaborasi sepuasnya," tambahnya. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika