Bisnis Indonesia Online » Senggang » Mode
Jumat, 01/08/2008 17:45 WIB
Teenation Dubai hadir di Surabaya
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): PT E.K. Prima Ekspor Indonesia, pemegang brand fashion Teenation asal Dubai, membidik masyarakat menengah di Surabaya dengan membuka eksklusif showroom senilai U$500.000 di Tunjungan Plaza.
Presdir PT E.K. Prima Ekspor Indonesia, Rajmohan, mengatakan gerai di Tunjungan Plaza merupakan butik yang pertama di Surabaya dan kedua di Indonesia setelah esklusif showroom-nya di Plaza Semanggi, Jakarta. Namun, brand Teenation sendiri sebenarnya sudah ada di Indonesia cukup lama melalui jaringan department store.
"Karakter komsumsi fashion di Indonesia tergolong moderen, sementara jumlah marketnya sendiri cukup besar sehingga mendorong E.K Prima untuk terus menggenjot ekspansi ke sejumlah kota besar di luar Jakarta," ujar Rajmohan yang juga manager regional Asia jaringan butik Teenation di sela-sela peresmian butik Teenation di Surabaya hari ini.
Dalam waktu dekat perusahaan member dari EMKE Group di Dubai ini akan melanjutkan ekspansi ke Denpasar, Manado, Ujung Pandang dan Pondok Indah Mal di Jakarta. Investasi yang ditanamkan untuk membuka satu butik baru, kata dia, rata-rata mencapai sekitar US$500.000.
"Kami ingin memberikan alternatif produk fashion yang trendi dan berkualitas dengan harga relatif rendah dibanding dengan brand lain dengan kualitas bahan baku yang sama," papar Rajmohan.
Menurut dia, saat ini hanya 10% dari total penduduk Indonesia yang dapat menikmati baju-baju branded dan berkualitas karena umumnya harganya sangat mahal sehingga tidak terjangkau. Sementara potensi pasar kelas menengah sangat besar sama dengan yang terjadi di India.
"Pasar menengah inilah yang akan kami bidik dengan menawarkan produk busana seharga Rp50.000 hingga Rp450.000 per pcs," tambahnya.
Rajmohan mengatakan salah satu strategi yang ditempuh Teenation untuk dapat bersaing adalah mengurangi margin dan melakukan efisiensi produksi. Itu sebabnya sejak hadir di Indonesia pada sawal 2000 perusahaan ini berkomitmen untuk tidak membangun pabrik sendiri.
Sebaliknya butik yang lama tersebar di negara-negara Timur Tengah, Eropa, Asia Timur dan Asia Tenggara ini menjalin kerja sama dengan 70 pabrik garmen di Indonesia, Pasalnya 60% dari produk yang mereka pasarkan tersebut diproduksi di Indonesia.
"Kami membawa desain dan menyediakan bahan baku yang seluruhnya impor dari China, Vietnam, Italia dan Dubai untuk dikerjakan oleh pabrik mitra kami di Semarang, Jawa Barat, Surabaya dan Bandung," tandas Rajmohan. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Rudy hadirkan tren rambut Zenergetics
- P&G luncurkan produk terbaru Dolce & Gabbana
- Esmod pilih peserta lomba topi terbaik
- Esmod Jakarta gelar Saint Catherine's day
- P&G Beauty Indonesia raih penghargaan global