Bisnis Indonesia Online » Senggang » Mode


Kamis, 28/08/2008 17:48 WIB

Tenun dinilai kurang tereksploitasi

oleh : Reni Efita Hendry

JAKARTA (bisnis.com): Tenun Indonesia mempunyai motif, warna dan historis yang mutunya tidak kalah dibandingkan dengan tenun dari negara lain, tapi kurang tereksploitasi, kata Ibu Ani Bambang Yudhoyono.

"Saya berharap tenun menyusul populer batik yang sejak dua bulan terakhir batik digemari oleh banyak orang mulai dari anak-anak sampai dewasa," kata Ibu Ani saat peresmian Perkumpulan Cita Tenun Indonesia (CTI) di Hotel Dharmawangsa hari ini. 

Perkumpulan CTI itu bergerak untuk melestarikan tenun dan meningkatan ekonomi perajin. Produk kerajinan tenun, katanya, dapat menjadi produk unggulan asal ditingkatkan kreativitas dan inovasi, karena tenun Indonesia mempunyai banyak motif, ragam dan warna serta mempunyai historis.

Misalnya, songket di Sumbar dan Palembang, kain tapis Lampung, ulos, tenun endeh, tenun donggala, lurik, tenun ikat. Bahkan populasi perajin tersebar di 33 propinsi Indonesia yang terpusat di 19 propinsi mulai dari Aceh, Sumbar, Sumsel, sampai Papua.

Mengenai modal, kata Ibu Ani, tidak menjadi kendala lagi karena Bank Mandiri, BNI, BRI sudah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan syarat yang lebih mudah.

Pelaksanaan program CTI yang diketuai oleh Okke Hata Rajasa itu juga menandatangani kesepakatan bersama dengan 10 perusahaan swasta dan BUMN untuk membantu pelaksanaan program CTI baik itu berupa pinjaman modal berupa kredit usaha rakyat, promosi budaya, pembinaan bina lingkungan, bantuan website untuk informasi pendikan dan promosi, atau pembinaan tenun Badui.

Pada acara peresmian CTI yang bertema Pesona Kharisma Tenun itu juga berlangsung pameran tenun heritage, pameran pengembangan binaan CTI, bazaar. Acara yang cukup menarik yaitu peragaan busana sebanyak 55 set yang merupakan karya dari tujuh perancang mode nasional.

Perancang itu menampilkan busana dari kain tenun yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Ketujuh perancang itu adalah Oscar Lawalata (tenun Makassar, Sulsel), Stephanus Hamy (tenun NTT), Chossy Latu (songket Palembang), Priyo Oktaviano (tenun Nusa Penida, Bali), Denny Wirawan (Sultra), Rusly Tjohnardi (Sambas, Kalbar) dan Sebastian Gunawan (tenun Cual khas Bangka Belitung).

Perkumpulan nirlaba CTI itu mempunyai misi untuk melestarikan tenun langka dan punah, membina perajin melalui pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan produksi tenun dan pemasaran sehingga dapat memperluas pasar baik di dalam negeri dan mancanegara serta menjadikan Indonesia sebagai sentra pasar tenun yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan perajin tenun Nusantara. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Shafira Signature siapkan koleksi eksklusif
  • P&G luncurkan Boss Botlled
  • Pixel raih Award Excellence
  • SK-II luncurkan alat konseling kulit wajah
  • Ita gelar peragaan busana muslim
  • Batik Allure akan tambah dua gerai
  • Kate Moss kembali ikuti peragaan busana
  • Amy luncurkan busana muslim label Morocco
  • Rima Melati, Enny Sukamto & Nani Sakri melenggok lagi

Komentar

Beri Komentar