• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Diyono tekuni lukisan potret & kaligrafi

Kamis, 25/06/2009 15:34:59 WIBOleh: Herry Suhendra
JAKARTA (bisnis.com): Suprapto Diyono Taslim memulai karirnya sebagai pelukis di sekitar Kantor Pos Pasar Baru Jakarta Pusat dengan bergabung dalam Pos Seni Group pada 1978.

Dia menjadi spesialis melukis potret sampai 1985. Setelah fasih melukis potret personal lewat pesanan dan kreativitas sendiri, dia meningkatkan kemampuannya dengan membuat grafis. Dia pun sempat menjadi graphic designer di Harvest Card, Yoko Cards dan Denny’s Collection.

Semangatnya dalam dunia seni rupa terus berkembang. Dia bergabung dengan Gallery Dakkar, yang dia sebut sebagai Dakwah dan Karya. "Teman-teman lain berdakwah, saya berkarya," katanya.

Dia banyak membuat kaligrafi, sampai diundang untuk pameran kaligrafi di Jeddah, Arab Saudi, pada 2004. Kini, Diyono Taslim masih melukis potret dan kaligrafi. Dalam lima tahun belakangan ini, dia melukis pemandangan sawah yang menguning, padi-padi yang siap panen.

Pelukis kelahiran Mojokerto 16 November 1953 ini mengatakan padi semakin tua semakin merunduk. "Itu yang saya inginkan sebagai falsafah kehidupan."

Diyono awalnya melukis secara otodidak. Kemudian dia dibimbing kakaknya, Suparno, seorang guru yang juga pelukis potret sejak 1975. Pada 1978, dia memberanikan diri ke Jakarta dan menjadi pelukis potret. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika