Otopsi belum ungkap penyebab kematian Jacko

Sabtu, 27/06/2009 15:00:37 WIBOleh: Antara
LOS ANGELES (Antara): Para dokter yang mengotopsi jasad Michael Jackson, pagi ini WIB, tidak bisa segera menentukan faktor penyebab meninggalnya sang Raja Pop di tengah laporan bahwa dia telah disuntik obat penenang beberapa saat sebelum ambruk.

Jackson terkena serangan jantung berat saat paramedis tiba di rumah besar kontrakannya di daerah Los Angeles, Kamis sore waktu setempat, di mana dokter pribadinya berusaha sekuat tenaga menyadarkannya.

Superstar pop berusia 50 tahun itu segera dilarikan ke Pusat Medis UCLA tidak jauh dari rumahnya, di mana dia dinyatakan meninggal tanpa sempat mendapatkan lagi kesadarannya.

"Penyebab kematiannya telah ditunda (diungkapkan) yang berarti bahwa pemeriksa kesehatan telah diperintahkan melakukan pengujian tambahan seperti toksiologi dan tes lainnya. Tes-tes ini kami perkirakan akan menyita waktu tambahan empat sampai enam minggu," kata Juru Bicara Dinas Forensik Kota Los Angeles Craig Harvey.

Berbicara di depan kerumuman wartawan di luar kantor forensik, Harvey mengungkapkan, "Tidak ada satu pun indikasi trauma eksternal atau jejak kejahatan pada tubuh Tuan Jackson."

Polisi mengatakan mereka sedang mengorek keterangan dari dokter pribadi Jackson yang diidentifikasi oleh media massa sebagai kardiolog asal Houston, dr. Conrad Murray.

Jasad Jackson akan diserahkan ke pihak keluarga setelah mereka memilih ditaruh di kamar mayat untuk persiapan pemakamanya, kata Harvey. Namun belum ada keterangan kapan Jackson akan dikebumikan.

Laman selebriti TMZ.com, mengutip wawancara dengan seorang sahabat dekat Keluarga Jackson yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa sang entertainer telah disuntik Demerol setengah jam sebelum dia mendapat perawatan dari serangan jantung.

TMZ, mengutip sumber-sumber di keluarga, menyatakan Jackson telah menerima suntikan rutin harian Demerol, obat penenang narkotik, dan bahwa keluarga yakin kematiannya disebabkan oleh overdosis obat-obatan.

Para detektif tengah menyelidiki kediaman Jackson dan menyita mobil Mercedes milik dokter Murray dari halaman parkir yang disebut polisi bisa menjadi barang bukti.

Seorang pria tak dikenal menelepon hotline darurat 911 dari kediaman Jackson pada pukul 12.21 siang waktu setempat, menyatakan bahwa Jackson pingsan dan tidak bisa bernafas.

Dari cuplikan percakapan telepon yang disiarkan pihak berwenang, sang penelepon mengatakan bahwa hanya ada dokter pribadi (di luar Jackson dan penelepon) yang ada di lokasi dan dengan penuh gelisah mencoba menyadarkan Jackson yang pingsan tanpa menghasilkan apa-apa.

"Dia [dokter pribadi] memompa, dia memompa dadannya tetapi dia [Michael] tidak bereaksi apa-apa Pak, tolonglah," kata si penelopon.

Seorang pejabat senior kepolisian berkata pada ABC News bahwa Jackson kecanduan berat obat penenang Oxycontin dan disuntik tiap hari oleh obat itu, bersama dengan Demerol.

Pengacara Brian Oxman, juru bicara keluarga Jackson, dalam program "The Early Show" di Stasiun TV CBS menyatakan dia mengkhawatirkan komposisi obat yang ditelan Jackcon telah menyebabkan sakit yang dideritanya memburuk selagi diberikan pernafasan buatan.

"Saya tak ingin menuduh seseorang karena saya ingin mengetahui apa yang disebutkan laporan tes toksiologi dan bagian forensik, namun fakta jelas
dalam kasus ini adalah bahwa selama ini Michael Jackson menerima resep obat yang teratur," kata Oxman.

Para penggemar dan sejawat bintang pop membangkitkan memori kejeniusan musik Michael Jackson yang memudar dalam beberapa dekade terakhir karena tuduhan kekerasan anak dan prilaku eksentrik. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika