
JAKARTA (bisnis.com): Cerpen berjudul Smokol karya Nukila Amal terpilih sebagai cerpen terbaik dari Cerpen Kompas Pilihan 2008 yang dibukukan dan diluncurkan kemarin sehubungan dengan ulang tahun Kompas ke-44.
Peluncuran antologi cerpen dan pengumuman pemilihan cerpen terbaik yang berlangsung di Bentara Budaya Jakarta ini dimeriahkan dengan acara Ruwatan Badai Pasti Berlalu yang menampilkan Jockie Surjoprajogo dan Berlian Hutauruk.
Selain itu dipamerkan sejumlah ilustrasi cerpen yang pernah dimuat di harian Kompas. Juri untuk pemilihan cerpen ini adalah Linda Christanty, peraih Khatulistiwa Literary Award 2004 dan Rocky Gerung, pengajar filsafat Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
“Dari 51 cerpen ini kami harus memilih 15 cerpen untuk dibukukan dan satu di antaranya dipilih sebagai yang terbaik,” kata Linda Christanty.
Menurut Rocky Gerung, cerpen Smokol (bahasa Manado---makan tanggung di antara sarapan pagi dan makan siang) bertumpu pada sebuah metafisika politik yaitu kondisi normatif manusia yang menghendaki pemenuhan imajiner terhadap hasrat. Rocky menarik benang merah dari Smokol, kisah jamuan di meja makan ke kehidupan kita sehari-hari dari politik pencitraan hingga politik ‘rasa lapar’ yang wujudnya adalah korupsi sekaligus upaya mencari keadilan, kesetaraan dan kebebasan.
Tokoh utama dalam Smokol adalah Batara, seorang gastronom. Dia gemar memasak segala macam makanan, mempraktekkan resep abad pertengahan sampai milik omanya di Tomohon, Sulut.
Dia dan teman-temannya mendirikan kelompensmokol atau kelompok pecinta smokol. Smokol tak sekedar pertemuan serombongan pemakan, tetapi semacam upacara makan. Ada tema, ada penyajian kreasi tokoh Batara yang digambarkan sebagai sosok lucu, emosional dan baik hati. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »