Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Kamis, 08/05/2008 14:44 WIB
Ketut Wiyana prihatin dengan Raden saleh
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis): I Ketut Winaya baru saja meluncurkan bukunya berjudul "Lukisan-Lukisan Raden Saleh--Ekspresi Antikolonial" di pendopo kompleks makam Raden Saleh di Bogor.
Buku itu diangkat dari disertasi Ketut Wiyana yang disunting M. Agus Burhan dan Pudentia. Dalam buku setebal 161 halaman itu diungkapkan perjalanan hidup dan gaya lukisan Raden Saleh, seorang pelukis terkenal Indonesia yang menjadi pelopor seni lukis modern.
"Saya tak punya lukisan Raden Saleh, tapi koleksi saya ada beberapa seperti karya Rudolf Bonnet dan Sobrat," kata Ketut Winaya yang kini mengajar di Universitas Warnadewa, Denpasar.
Dalam buku ini ditampilkan foto lukisan karya Raden Saleh a.l. Antara Hidup dan Mati, Bupati Majalengka, Penangkapan Pangeran Diponegoro, Perkelahian dengan Singa, Gunung Merapi Meletus di Malam Hari dan Merapi dan Merbabu.
Ketut Winaya yang lulus sebagai doktor pada 2007 memilih Raden Saleh sebagai kajiannya karena dia merasa prihatin. "Raden Saleh seperti pelukis yang dilupakan." (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Film May berlatar belakang kerusuhan digarap
- Taufiq Ismail luncurkan buku
- 'Protes atas film ML adalah pembunuhan karakter'
- "Iron Man" raih urutan pertama lagi
- Ayat-Ayat Cinta ikut berlaga di Cannes