Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Kamis, 08/05/2008 15:10 WIB
Tiga karya Dullah akan dilelang
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis): Tiga karya maestro Dullah akan dilego oleh Balai Lelang Masterpiece bersama 285 karya lainnya pada 11 Mei di The Hyatt Aryaduta Hotel Jakarta setelah dipamerkan 9-10 Mei.
Tiga karya Dullah itu berjudul Kakek pakai caping (1978) berukuran 55 x 45 cm dengan estimasi Rp25 juta-Rp30 juta, Bunga Sepatu (1984) berukuran 89 x 68 cm (Rp28 juta-Rp35 juta) dan Nenek dan Cucu (1974) ukuran 100 x 74 cm (Rp40 juta-Rp50juta).
Karya maestro lainnya yang tidak kalah menariknya adalah The World is such a big place to live in (Basoeki Abdullah), Perahu Jukung (Affandi), Cock and Hen, Gold Fishes karya Lee Man Fong.
Dullah, pelukis kelahiran Solo 1919 yang meninggal pada 1996, mempunyai corak gaya serta corak lukisan tersendiri. Dia cenderung melukis langsung dari objek yang ada di alam atau langsung di hadapan model. Gaya ini dikenal dengan sebutan gaya realis. Karena gaya ini merupakan ciri khas Dullah, pengamat dan pecinta seni menyebutnya dengan istilah 'realis Dullah-isme'.
Sementara itu dari perupa muda yang ditampilkan a.l. karya Saftari, Alit Sembodo, Anggar Prasetyo, Apriyanto, Dadan Setiawan, Febri Antoni, Handiwirman, I Gede Made Surya Darma, M. Irfan, Rudi Mantofani, Willi Himawan dan Zulfa Hendra.
Bagi Saftari melukis langsung dengan bermain komposisi bentuk, garis dan warna di atas kanvas lebih mengasyikkan. Pelukis kelahiran Payakumbuh, Sumatra Barat, 10 September 1971 ini hampir tidak pernah menggunakan sketsa rancangan lukisan. Dia lebih suka mengikuti kepekaan rasanya dalam mengolah komposisi.
Kurator Rain Rosidi mengatakan bahwa Saftari mendamaikan semua objeknya itu dalam bidang kanvasnya. "Lukisan Saftari merakit kontradiksi dalam harmoni yang kemudian justru menjadi lanskap baru yang indah. Alam dan manusia atau hasil ciptaan tangan manusia adalah lanskap yang lain bagi Saftari." (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Film May berlatar belakang kerusuhan digarap
- Taufiq Ismail luncurkan buku
- 'Protes atas film ML adalah pembunuhan karakter'
- "Iron Man" raih urutan pertama lagi
- Ayat-Ayat Cinta ikut berlaga di Cannes