Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Kamis, 03/07/2008 19:43 WIB
Kenaikan harga BBM pukul tempat hiburan
oleh : Nurudin Abdullah
JAKARTA (Bisnis.com): Bisnis tempat hiburan malam mengalami pukulan berat akibat kenaikan harga BBM dan elpiji yang menjadikan jumlah pengunjungnya anjlok 30%-50%.
Selain pengunjung menciut, kenaikan harga BBM per 24 Mei dan elpiji kemasan tabung 12 kg per 1 Juli 2008, juga mendongkrak biaya operasional usaha tersebut.
Ketua Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum Jakarta Adrian Maelite mengatakan kedua faktor tadi membuat usaha tempat hiburan malam memprihatinkan karena biaya operasionalnya membengkak tidak dapat diimbangi oleh peningkatan omzet.
"Justru sebaliknya, omzetnya turun seiring dengan penurunan jumlah pengunjung tempat hiburan malam papan atas yang mencapai 30% dan kelas menengah ke bawah 40%-50%," katanya di Jakarta.
Dia menjelaskan kenaikan harga BBM mengakibatkan daya beli masyarakat melemah sehingga banyak yang terpaksa memangkas beberapa biaya kebutuhan bukan primer, termasuk kunjungan ke tempat hiburan malam. Kenaikan harga elpiji kemasan tabung 12 kg sebesar 23,5%, juga berdampak membebani biaya operasinal karena 90% tempat hiburan malam menyedikan makanan yang dimasak dengan kompor gas.
"Faktor lain yang menyebebakan lesunya bisnis hiburan malam adalah keengganan orang datang ke tempat hiburan karena sering dilakukan razia pengguna narkoba oleh aparat dari berbagai instansi dan kelompok masyarakat."
Andrian menyayangkan rutinnya razia aparat karena tindakan tersebut menimbulkan kesan buruk di masyarakat seakan-akan tempat hiburan malam identik sebagai tempat pengguna narkoba. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Patung Kate Moss diresmikan di London
- Duchovny dikabarkan masuk rehabilitasi
- CTI berupaya lestarikan kain tenun
- Pentas ZAIA tandai hari jadi Venetian Macao Hotel
- Mata Husin baca puisi 99 jam nonstop