Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya


Rabu, 09/07/2008 17:58 WIB

Apresiasi terhadap karya patung rendah

oleh : S. Hadysusanto

JAKARTA (Bisnis.com): Apresiasi dan minat masyarakat terhadap karya seni patung di negeri ini masih rendah yang terlihat selama sepekan pameran karya 23 pematung dari berbagai daerah di Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Padahal puluhan karya seni itu cukup unik, bercerita dan sarat dengan kritik sosial. Namun pengunjung yang datang hanya sekedar melihat-lihat, menyentuh dan bertanya. Jumlahnya pun bisa dihitung jari. Pameran bertajuk Metrosolid itu merupakan gagasan Asosiasi Pematung Indonesia (API), komunitas seni yang kerap mengadakan acara sejenis di berbagai daerah.

Menurut pematung Raden Randu, karya seni itu memang tidak populer dibandingkan karya seni lainnya. Misal, karya lukis. Begitu juga dengan kisaran harga jualnya, jauh di bawah lukisan pada umumnya. Sekalipun ada diantaranya terbilang tinggi.

"Perbandingan itu dilihat dari tingkat kesulitan membuat, gagasan serta siapa senimannya. Sebenarnya sih sama saja dengan karya lukis, hanya jumlah peminatnya yang berbeda," ungkap Raden kepada Bisnis saat mengunjungi pameran itu.

Soal peminat, lanjutnya, pada pendidikan formal sudah terlihat kalau genre seni satu itu kurang disukai. Di perguruan tinggi jurusan tersebut sedikit sekali disambangi anak muda, dan tidak sepopuler seni lainnya.

"Tapi, menurut pengamatan saya, justru seniman patung dari tahun ke tahun terus bertambah. Begitu juga apresiasi masyarakat, meski terbilang minim namun terjadi peningkatan dibandingkan lima tahun sebelumnya," katanya.

Tiga dimensi tentang muatan seni yang dipamerkan di Metrosolid, Randu menilai tema yang ditawarkan para senimannya bervariatif. Bahkan terkesan kaya pemikiran dan renungan, terutama karya patung kategori tiga dimensi. Dia menujuk beberapa karya patung Hardiman Radjab sebagai gagasan seni bernilai tinggi. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

Komentar

Beri Komentar