Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Rabu, 27/08/2008 14:47 WIB
Pameran lukisan Nuansa BBM digelar di Jakarta
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Ada grafik warna-warni yang pada titik akhirnya adalah peningkatan yang tinggi. Sementara ember kosong tergeletak dan BBM tergantung berdampingan dengan beras di kantong plastik dengan latar belakang yang rata,warna abu-abu. Inilah lukisan karya Eddy Sulistyo yang berjudul Nuansa BBM.
Eddy Sulistyo perupa kelahiran Yogyakarta 1977 adalah seniman lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang selalu merespon keadaan atau situasi yang terjadi dan dekat dengan dirinya. Dalam karya Nuansa BBM itu dia menampilkan visual yang sederhana, tapi penuh makna. Dengan grafik harga berbagai kebutuhan yang meningkat, termasuk BBM, negeri ini tetap tidak makmur. "Kita penghasil BBM, tapi ketika harga BBM dunia meningkat, kita kok tetap tidak makmur," katanya.
Dalam pameran bertema Mat(r)a Mata yang berlangsung di d galleri pada 21 Agustus-2 September, Eddy Sulistyo menampilkan dua karya. Selain Nuansa BBM dia menampilkan Tapak Emas. Perupa lainnya yang menampilkan karyanya adalah Joko ‘Gundul’ Sulistiono, Lulus Santoso, Nurkholis, Slamet ‘Suneo’ Santoso dan Tommy Tenggara.
"Perkembangan Eddy Sulistyo sangat progresif, dari karya sebelumnya yang hitam putih, sekarang penuh warna dan minimalis," kata kurator Kuss Indarto.
Pada karyanya yang berjudul Tapak Emas, Eddy bercerita tentang perjalanan hidupnya, dimana pada 1993-1996 dia masuk Pusdiklat Jaya Raya, seangkatan dengan Nova Widyanto dan Sigit Budiarto. Eddy menampilkan shuttle cock dan raket yang ujungnya kuas untuk melukis, sementara pada sisi lain ditampilkan jari tangan dan telapak kaki berwarna emas. Sangat sederhana, minimalis tapi merupakan suatu kisah yang menarik.
"Menciptakan sesuatu yang sederhana, minimalis tak gampang. Dulu saya melukis hitam putih dengan komposisi penuh dengan goresan. Sekarang menampilkan yang simple itu justru bisa lebih lama, butuh perenungan yang mendalam," kata Eddy Sulistyo yang pernah mendapatkan Philip Morris Awards 2000 dan sejumlah penghargaan lainnya.
Sementara Slamet ‘Soneo’ Santoso menampilkan tokoh-tokoh dunia. Dalam pameran ini dia menampilkan tokoh Einstein (Double Medalion for Einstein) dan wajah Presiden Soekarno dengan ilustrasi Marilyn Monroe (Reborn of Memories # 2). "Saya melukiskan tokoh-tokoh ini sebagai penghormatan dan penghargaan saya kepada mereka," kata Slamet.
Bila saat ini ada pelukis yang membuat patung dan pematung yang melukis, maka Joko ‘Gundul’ Sulistion sebagai pelukis justru melukiskan patung di atas kanvas. Lewat karyanya Time Bomb, Sisifus dan Lie with me, Joko menyuguhkan suatu hasil kreativitas yang unik dengan bobot seni yang mengagumkan. Untuk melukiskan seperti yang ditampilkan Joko ini, memang membutuhkan kesabaran dengan teknik tinggi.
Karya Joko terlihat detil sampai pada titik dan garis yang tipis. Walau begitu semua karyanya tetap saja ‘sentilan’ terhadap situasi atau lingkungan yang dekat dengannya atau merupakan hasil renungannya. Lihat saja karyanya yang berjudul Lie with me, gambar tengkorak besar yang diangkat oleh sejumlah orang. Dan yang menjadi aksen atau ornamen darikarya ini adalah gambar seorang berwarna merah di hidung tengkorak tersebut.
Empat karya Nurkholis berjudul Anjing, Tip 1, Tip 2 dan Tip 3 dengan gaya komiknya memberikan nuansa lain berupa satir yang sangat tajam. Lihat saja karyanya berjudul Anjing, yang dilukiskan adalah seekor kucing yang marah dan berkata:"Anjing..." Pada karya yang diberi judul Tip, dia menampilkan wajah seorang perempuan (Maria Ozawa Miyabi---bintang ‘panas asal Jepang di AS) yang berkata: Jangan percaya seniman apalagi kurator....Percayailah auctioner!!"
"Seniman bisa jadi mainan yang menarik Ini saatnya berburu darling. Kalau kamu nggak tahu seni mending pulang saja. Selamatkan dirimu!"
bisnis.com
Berita Lain
- JIFFest 2008 diganggu dana dan demo
- Konser musik Menembus Batas III digelar besok
- Madonna 'Evita Peron' bertemu Presiden Argentina
- Kategori film berbahasa terbaik diusulkan
- Empat Mata sudah boleh tayang lagi