Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Rabu, 27/08/2008 15:05 WIB
Syahdan Lubis pamerkan lukisan bernuansa tari Jawa
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Perupa Syahdan Lubis akan memamerkan karya lukisan berukuran besar dan bernuansa tari Jawa bertajuk Sense of Arts pada 19-28 September 2008 di Senayan City Jakarta.
Melestarikan budaya nasional banyak caranya. Perupa Syahdan Lubis punya cara tersendiri. Perupa yang sudah dikenal karena karyanya sering dipamerkan dan dilelang, melukiskan tari tradisional di atas kanvas.
Ayahnya seorang seniman panggung dan pelukis asal Sumatra Utara, sementara ibunya yang juga bintang panggung pada 1960-an berasal dari Magelang, Jawa Tengah. "Tak ada salahnya saya melukiskan tari trasional Jawa, karena dari ibu saya ada darah Jawa," katanya sambil tersenyum.
Dalam pameran Sense of Arts pada 19-28 September 2008 di Senayan City Jakarta, Syahdan akan menampilkan sejumlah karya berukuran besar yang bernuansa tari Jawa. Sebut saja karyanya yang berjudul Spirit of Java Dance, Rama dan Sinta serta Rahwana dan Sinta dengan harga Rp15 juta-Rp25 juta.
Pameran ini merupakan pameran yang kesekian kalinya bagi Syahdan yang sejak 1990-an aktif meramaikan dunia seni rupa Indonesia. Karyanya sampai kini sudah dikoleksi oleh kolektor asal Singapura, Hong Kong, Inggris, Belanda, Jerman, AS dan Australia.
Dalam pameran bersama seniman lainnya ini, a.l. Joko Sun, Kardy Balowa dan Lanny Andriani, Syahdan menampilkan karya dengan gaya realis dengan detil pernak-pernik pada ornamen tari Jawa.
"Karya terakhir yang dibeli dan dibawa ke Hong Kong adalah Borobudur in Moonlight baru-baru ini," katanya dengan bangga. Selain melukiskan tari Jawa, Syahdan memang banyak melukis Candi Borobudur dari berbagai sisi. Sejumlah karya bertema Borobudur pun masuk dalam lelang dan terjual dengan harga tinggi.
bisnis.com
Berita Lain
- Konser musik Menembus Batas III digelar besok
- Madonna 'Evita Peron' bertemu Presiden Argentina
- Kategori film berbahasa terbaik diusulkan
- Empat Mata sudah boleh tayang lagi
- Batal di Jakarta, FFAP ke-52 digelar di Taipei