Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Rabu, 27/08/2008 16:37 WIB
29 Agustus pementasan kolaborasi biola dan tarian
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Robert Brown, seorang pemain biola memainkan karya J.S.Bach yang terkenal Partita dalam d-moll untuk biola solo, mengiringi penari dan koreografer asal Bali, Nyoman Sura dalam pementasan bertema Bach di Bali pada 29 Agustus di GoetheHaus Jakarta.
Ide pertunjukan kolaborasi biola dan tarian dengan tema Bach di Bali datang dari pemusik Robert Brown ketika dia sedang berlatih sehubungan Bali Arts Festival beberapa waktu lalu. Waktu itu dia memainkan karya J.S.Bach Partita dalam d-moll untuk biola solo, seorang mahasiswa yang saat itu bertugas sebagai penata lampu, secara spontan mulai menari mengikuti irama musik. Robert Brown memperkenalkan idenya kepada Nyoman Sura yang terkenal karena bermain dalam film Opera Jawa.
"Menurut saya, kombinasi tarian Sura dengan musik klasik yang mendunia itu akan menghasilkan satu karya besar. Selain itu perpaduan ini membuat musik karya Bach menjadi lebih terkenal," kata Robert Brown.
Karya Partita dalam d-moll untuk biola solo ditulis oleh Johann Sebastian Bach dalam kurun waktu 1717-1723 dan meliputi lima bagian yang diakhiri dengan Ciaccona yang terkenal: Allemanda, Corrente, Sarabanda, Giga dan Ciaccona. Robert Brown memainkan kelima bagian ini, dan mengembangkan cerita untuk tarian yang dibawakan oleh Nyoman Sura dalam Bach di Bali.
Di bagian pertama, Allemanda yang lebih bebas dan meditatif, Bach mengamati sekelompok penari dan pemusik Bali, yang dibawa oleh orang Belanda ke Jerman dan Bach kagum pada kecantikan mereka yang eksotis. Didorong rasa ingin tahu, dari mana mereka berasal, Bach memutuskan pergi ke Bali dengan kapal.
Bagian kedua, Corrente yang bergejolak, menunjukkan badai di lautan, dilatar belakangi musik yang lembut, sebelum kapal memasuki pelabuhan Bali.
Bagian ketiga, Sarabanda yang seremonial dan agung menunjukkan bagaimana raja Bali menyambut tamunya yang datang dari Eropa. Di akhir bagian ini Bach dan seorang ratu Bali saling berbisik, mereka berjanji akan bertemu kembali.
Bagian ke empat, Giga, merupakan tarian pesta yang sangat hidup, yang biasa di pertunjukkan oleh raja Bali kepada para tamunya.
Bagian ke lima, Ciaconna yang mencekam, sangat panjang dan penuh perubahan. Dalam bagian ini, Bach mencoba meyakinkan putri Bali yang dicintainya untuk ikut ke Jerman. Bagian ini memiliki saat-saat yang istimewa, a.l. mengingatkan kita akan musik orgel di gereja, misalnya ketika Bach memberitahu sang ratu akan nasibnya sebagai pemusik dalam pelayanannya di gereja di Jerman. Bagian ini berakhir dengan penolakan sang ratu meninggalkan tanah airnya.
Robert Brown, seorang pemain biola lahir di AS dan belajar Musik di Manhattan School of Music dan belajar dirigen pada Martin Fischer-Dieskau. Dia berpengalaman sebagai pemain musik kamar dan telah bermain dengan banyak orkestra di Eropa dan AS. Antara lain dia bekerja sama dengan orkestra The Houston di Atlanta (AS), Les Arts Florissant di Paris, 1’Orchestra del Accademia Nazionale di Santa Cecilia (Roma) dan Orchestra of the Age of Enlightenment di London serta dirigen Leopold Stokowski, Sir John Barbirolli dan Carlos Kleiber.
Belakangan ini dia mengadakan tur di AS, Eropa, Jepang dan Australia dengan ensemble yang didirikannya "Europe Galante" yang menggunakan instrument musik dari periode Italia.Dia sudah lama mempunyai ikatan dengan Bali. Selama 17 tahun dia secara teratur berkunjung ke Bali, sampai akhirnya tiga tahun yang lalu, dia memutuskan untuk tinggal di pulau itu.
Sementara Nyoman Sura ialah seorang penari dan koreografer tari Bali, yang berakar sangat dalam pada tari Bali tradisional. Lahir 1976 di Denpasar, sejak usia tujuh tahun sudah mulai menari, lalu kuliah di Institut Seni di Denpasar dan sekarang menjadi dosen di Institut tersebut.
Sampai sekarang dia telah menciptakan lebih dari 10 koreografi untuk tarian solo maupun grup yang telah dipentaskan di banyak festival, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Pada 2005 dia ikut dalam film musik Opera Jawa yang disutradarai oleh Garin Nugroho. Belakangan ini dia, a.l. mementaskan That Time di Asia Contemporary Dance Now di Jepang dan bekerjasama dengan Maya Dance Theatre dari Singapore.
bisnis.com
Berita Lain
- JIFFest 2008 diganggu dana dan demo
- Konser musik Menembus Batas III digelar besok
- Madonna 'Evita Peron' bertemu Presiden Argentina
- Kategori film berbahasa terbaik diusulkan
- Empat Mata sudah boleh tayang lagi