Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya


Rabu, 27/08/2008 19:05 WIB

Mata Husin baca puisi 99 jam nonstop

oleh : S. Hadysusanto

JAKARTA (Bisnis.com): Mata Husin, penyair asal Tegal, Jawa Tengah, berhasil pecahkan rekor baca puisi selama 99 jam nonstop di halaman restoran Pring Sewu di kotanya.

Meski belum tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri), namun aksi bikin heboh itu sudah dicatat notaris Farah Fauziah. Termasuk disaksikan oleh komunitas penyair, seniman dan wartawan Tegal, serta masyarakat setempat.

Sekitar 800 puisi karya beberapa penyair dibacakan Mata Husin mulai Sabtu (27 Agustus) pukul 08.00 wib dan berakhir hari ini tepat pukul 13.00 WIB. Dia beristirahat hanya untuk salat, buang hajat, dan makan minum yang perlu waktu beberapa menit.

Dwi Eri Santoso, penyair sekaligus pendorong semangat Mata Husin, hitungan waktu istirahat tidak lebih dari dua jam dalam sehari. "Jadi, totalitas waktu pembacaan puisi yang dilakukan Husin adalah 94 jam. Dua jam lebih dari target semula 92 jam. Luar biasa stamina teman itu,” ungkapnya ketika dihubungi Bisnis.

Aksi itu, lanjutnya, bukan pertama kali dilakukan Mata Husin. Tahun lalu, dia mencatat rekor Muri untuk jalan kaki sejauh 1.548 km, tepatnya dari Merak (Banten) ke Banyuwangi (Jawa Timur), selama 23 hari. "Kini Husin mencoba dengan puisi. Selain karya penyair Tegal, antalogi sajak W.S. Rendra Nyanyian Angsa termasuk yang dibaca. Begitu juga tiga kumpulan puisi saya dilalap habis selama satu hari,” jelasnya.

Dia menyebutkan tiga antalogi itu a.l. Brug Abang, Nelayan Nelayan Kecil, dan Muara Berbahaya. Jumlah seluruhnya sekitar 210 sajak. “Karyanya sendiri ada 300 sajak, ditambah 30 puisi milik Rohwi Jati. Sisanya sekitar 150 sajak merupakan karya beberapa penyair Tegal.”

Protes Eri mengutip ungkapan Husin, bahwa aksinya itu sebagai sikap protes atas pengucilan masyarakat luas terhadap sastra, khususnya puisi. Lewat pembacaan itu dia ingin menempatkan sajak pada posisi tertinggi dari martabat yang ada saat ini. “Kami, para seniman, penyair, budayawan, dan wartawan Tegal bukan saja simpatik atas keinginannya itu, tapi mendukung penuh,” tegasnya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Film Anak Ajaib sarat teknologi canggih
  • Sladek gelar pantomim di Jakarta
  • Putu pajang karya instalasi terbaru
  • Dadan tawarkan karya seni agak berbeda

Komentar

Beri Komentar