Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya


Selasa, 02/09/2008 18:17 WIB

58 Karya Salim dipamerkan

oleh : Herry Suhendra

JAKARTA (bisnis.com): Sebanyak 58 karya Salim, pelukis Indonesia yang menetap di Paris, dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia pada 2-14 September dengan tema Salim/Siapa Salim.

Pameran ini untuk memperingati 100 tahun kelahiran Salim yang kini menetap di Prancis. Dari 58 karya yang dipajang, 50 lukisan milik kolektor yang ada di Jakarta dan delapan karya milik Salim yang didatangkan dari Paris khusus pameran ini.

Selain itu, 15 perupa muda Indonesia menampilkan karya yang merespons tentang Salim. Salim yang lahir dekat Medan, Sumatra Utara, pada 1908, sejak usia 12 tahun menetap di Eropa sampai 1931.

Saat kembali ke Tanah Air, dia bergabung dengan Mohammad Hatta dalam partai Pendidikan Nasional Indonesia hingga 1934. Suasana di Tanah Air dirasakan kian membelenggunya, terutama setelah teman-temannya a.l. Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Salim memilih hidup bebas dan dia berhasil lolos melarikan diri dan berangkat ke Prancis. Untuk sementara dia tinggal di Marseille, kemudian pindah ke Paris yang waktu itu menjadi tujuan para pelukis dunia yang mendambakan kebebasan.

Di kota Paris inilah, dia menetap lama hingga sekarang dengan diselingi beberapakali kembali ke Tanah Air yaitu pada 1954, 1956, 1971, 1974 dan 1990. Pameran kali ini menampilkan karya Salim yang dibuat tahun 1950-an sampai 2004-2005.

"Karya terakhir Salim tahun 2005, sekarang dia sudah tidak melukis karena sakit terutama matanya," kata Alijullah Hasan Jusuf, anak angkat Salim yang datang dari Paris. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Demo antirokok warnai konser Rossa
  • Pameran foto artis FFI 2008 banyak diminati
  • Fotografer Korsel pameran di Jakarta
  • KPI tegur SCTV soal tayangan film
  • Film Anak Ajaib sarat teknologi canggih
  • Sladek gelar pantomim di Jakarta
  • Putu pajang karya instalasi terbaru
  • Dadan tawarkan karya seni agak berbeda
  • RCTI kena teguran terakhir

Komentar

Beri Komentar