Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Kamis, 04/09/2008 15:24 WIB
Lelang Islamic Art 13 September di Jakarta
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Di bulan Ramadhan ini Sidharta Auctioneer mengemas lelang Islamic Art yang kedua. Karya yang akan dipajang pada 6-12 September di Function Room, West Corridor, Plaza Indonesia, Thamrin dan lelangnya berlangsung pada 13 September 2008.
Pecinta lukisan dipaparkan pada pilihan yang beragam tidak hanya sebatas lukisan kaligrafi Islam atau mesjid dan Ka’bah.
"Ketika kami meminta para perupa dan vendor untuk mengikutsertakan karya dalam lelang ini, kebanyakan dari mereka berpikir bahwa karya yang layak ikut adalah seperti kaligrafi Islam dan Ka’bah. Saya percaya hal ini belum tentu benar dan hanya membatasi apresiasi kita terhadap karya seni bernuansa Islam. Lalu saya membicarakan perihal kemungkinan meluaskan cakupan pilihan karya seni bernuansa Islam dengan rekanan kami, Pusat Studi Qur’an (PSQ) untuk menilai kelayakan karya," kata Syanda Kunto Prabowo dari Sidharta Auctioneer.
Senirupa Islam dalam konteks ini mempunyai makna yang lebih luas dan lebih dalam, sebuah bentuk yang mengingatkan pada ciptaan Tuhan yang Maha Agung. Namun semua impresi, tata cara dan penyampaian dari karya ekspresi karya tersebut harus sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai agama Islam.
Dari ratusan karya yang masuk, 105 karya telah diseleksi dan memenuhi standar kelayakan dari PSQ. "Melalui koleksi kami, pecinta seni akan melihat ragam karya mulai dari kaligrafi Islam sampai kontemporer. Pilihan ini bermaksud untuk membuka mata, pikiran dan hati kita bahwa keberadaan Tuhan dan syukur yang divisualisasikan dalam bentuk bentuk atau tata cara tertentu karena masing-masing dari kita mungkin berada pada fase pengalaman dan perjalanan spiritual yang berbeda-beda."
Selain itu pihak Sidharta secara khusus mengundang perupa untuk menciptakan karya untuk lelang ini, diantaranya Rosar (Ka’bah), Rudy St. Darma (Menuju Jalan Mu dan Iqra), Erizal (Allah di Langit & di Bumi), Rudayat (Al’ Baqarah dan Islamic Grafitty), Basuki Bawono (Masjid Raya).
"Koleksi kami tidak hanya kaya dalam warna, tekstur, pola numan juga dalam makna. Komposisi dan harmoni yang ada diciptakan untuk membawa kita merasakan keberadaan Tuhan yang Maha Agung yang diapresiasikan dalam bentuk senirupa," kata Syanda.
bisnis.com
Berita Lain
- Konser musik Menembus Batas III digelar besok
- Madonna 'Evita Peron' bertemu Presiden Argentina
- Kategori film berbahasa terbaik diusulkan
- Empat Mata sudah boleh tayang lagi
- Batal di Jakarta, FFAP ke-52 digelar di Taipei