Bisnis Indonesia Online » Senggang » Seni & Budaya
Senin, 06/10/2008 17:44 WIB
Mulyadi pajang lukisan di Senayan City hingga 8 Oktober
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Pelukis asal Klaten, Mulyadi memajang sejumlah karyanya dalam pameran bertema Sense of Arts di Senayan City pada 29 September-8 oktober.
Objek lukisan Mulyadi bisa terlihat anak-anak yang lucu sedang bermain. "Tergantung mood," katanya. Selain anak-anak, penari perempuan atau pose perempuan dijadikan objek. Tahun 2008, salah satu karyanya sebagai finalis dalam Jakarta Arts Award. Saat belajar di SMSR, Mulyadi terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Asian Youth Painting Workshop di Bangkok, Thailand pada 1983.
Dia memperoleh tujuh penghargaan Pratita Adhi Karya saat belajar di SMSR dan dua penghargaan khusus dari SMSR. Yang mengesankan adalah juara pilihan publik dalam Golden Palet 2005.
Bahkan dia baru-baru ini menyabet penghargaan khusus dalam Indofood Art Award 2008. Sebelumnya dia meraih juara pertama dalam kompetisi seni di Bale Air pada 2002. Mulyadi punya keyakinan bahwa hidupnya adalah sebagai pelukis, seperti cita-citanya sejak kecil.
Mulyadi kelahiran Klaten 1962 belajar seni di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta dan lulus pada 1983.Begitu lulus SMSR, dia bekerja sebagai desain grafis pada 1983-2006. "Sejak 2006 total tidak ngantor," katanya. Ihwal melukis, saat duduk di SD kelas V di Klaten, di dekat rumahnya dia sering melihat Rustamadji melukis. Itu saat pertama kali dia berkenalan dengan dunia seni rupa. Pengaruh Rustamadji begitu kuat, sampai sekarang masih ada, terutama bila melukis lanskap.
Saat sekolah, pemahaman terhadap bentuk adalah hal yang paling utama. Bahkan pemahaman fotografis seperti yang dilakukan photorealism Amerika seperti Ron Kleeman adalah sebuah dasar. Begitulah karya Mulyadi yang berada dalam koridor realisme fotografis.
bisnis.com
Berita Lain
- JIFFest 2008 diganggu dana dan demo
- Konser musik Menembus Batas III digelar besok
- Madonna 'Evita Peron' bertemu Presiden Argentina
- Kategori film berbahasa terbaik diusulkan
- Empat Mata sudah boleh tayang lagi